Direksi dan Komisaris OLIV Kompak Mundur di Tengah Rencana Akuisisi Besar, Pengendali Baru?

Direksi dan Komisaris OLIV Kompak Mundur di Tengah Rencana Akuisisi Besar, Pengendali Baru?

Direksi dan Komisaris OLIV Kompak Mundur di Tengah Rencana Akuisisi Besar, Pengendali Baru?

Suaranusantara.com- Pergantian kendali di tubuh PT Oscar Mitra Sukses Sejahtera Tbk (OLIV) semakin nyata. Enam pejabat tinggi perusahaan furnitur tersebut memutuskan mundur dari jabatannya menjelang proses akuisisi besar yang telah disepakati sebelumnya.

Corporate Secretary OLIV, Stephanie Andriana Suhanda menginformasikan bahwa pada 31 Oktober 2025, manajemen menerima surat pengunduran diri dari tiga direktur dan tiga komisaris. Mereka adalah Direktur Utama Hendro Jap, Direktur Sisca Adriana, Direktur Stephanie Andriana Suhanda, Komisaris Utama Reza Wibisana Subekti, Komisaris Hioe Mie Tien, serta Komisaris Independen Valentino Danny Lumanto.

Seluruh pengunduran diri itu masih menunggu pengesahan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan digelar 5 November 2025. Setelah mendapat persetujuan resmi dari Kemenkumham, maka jabatan-jabatan tersebut akan dianggap kosong dan siap diisi pihak baru.

Stephanie menuturkan, keputusan kolektif ini erat kaitannya dengan rencana akuisisi OLIV yang sudah diumumkan ke publik dan otoritas pasar modal pada September lalu.

Ia menegaskan bahwa meskipun ada perubahan besar di struktur manajemen, kegiatan operasional dan bisnis Oscar Living tetap berjalan normal tanpa gangguan berarti.

“Perseroan akan terus menjalankan kegiatan usahanya sebagaimana biasa,” tutup Stephanie .

Seperti diketahui, OLIV sebelumnya telah menandatangani perjanjian jual beli saham bersyarat dengan konsorsium pembeli yang terdiri dari PT Olive Power Invest, PT Motif Investasi Indonesia (MII), dan PT Pacific Prima Permata (PPP). Kesepakatan itu mencakup penjualan 1,48 miliar saham atau setara 77,9 persen kepemilikan perusahaan.

Transaksi akuisisi dilakukan bertahap. Pada tahap awal, dua anggota konsorsium membeli total 190 juta saham dari Hendro Jap. Selanjutnya, Olive Power Invest akan mengambil alih lebih dari 1,29 miliar saham dari dua pemegang saham utama. Setelah seluruh proses rampung, Olive akan resmi menjadi pengendali baru perusahaan.

Meski diwarnai gejolak internal, saham OLIV justru mencatat lonjakan signifikan. Dalam perdagangan Senin (13/10), harga sahamnya menembus batas atas dengan kenaikan 9,68 persen menjadi Rp170 per lembar. Secara bulanan, saham ini sudah menguat hampir 100 persen, bahkan naik lima kali lipat dibandingkan enam bulan lalu.

Exit mobile version