Suaranusantara.com- Setelah sempat melemah dalam beberapa hari terakhir, harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) tiba-tiba bangkit dengan lonjakan yang mencengangkan.
Dalam waktu kurang dari 24 jam, nilai emas melesat tajam dan berhasil menorehkan rekor baru di pasar domestik. Fenomena ini sekaligus menandai momentum kebangkitan harga emas di tengah fluktuasi ekonomi global yang masih bergejolak.
Kenaikan fantastis ini terjadi hanya sehari setelah harga emas sempat melemah. Pada perdagangan sebelumnya, Senin (20/10/2025), harga emas tercatat turun Rp13.000 ke posisi Rp2.415.000 per gram. Bahkan pada Sabtu (18/10/2025), harga logam mulia itu sempat terperosok lebih dalam hingga kehilangan Rp57.000 dan bertahan di level Rp2.428.000 per gram. Namun, kini lonjakan besar pada Selasa berhasil menghapus seluruh koreksi tersebut.
Sebelum kenaikan terbaru ini, rekor tertinggi harga emas Antam sempat tercatat pada 17 Oktober 2025 di angka Rp2.485.000 per gram. Artinya, lonjakan pada 21 Oktober resmi memecahkan catatan sebelumnya dan menjadi harga tertinggi dalam sejarah perdagangan emas Antam.
Tak hanya harga jual, nilai beli kembali atau buyback emas Antam juga ikut terdongkrak. Pada hari yang sama, harga buyback meningkat Rp72.000 ke posisi Rp2.336.000 per gram. Artinya, masyarakat yang ingin menjual kembali emas batangan ke Antam akan mendapatkan keuntungan lebih besar dibandingkan beberapa hari sebelumnya.
Sebagai informasi, setiap transaksi jual emas ke Antam dikenakan potongan pajak sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34/PMK.10/2017. Untuk penjualan di atas Rp10 juta, terdapat potongan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen bagi pemegang NPWP dan 3 persen untuk non-NPWP. Pajak ini langsung dipotong dari total nilai buyback.
Kenaikan harga tidak hanya terjadi pada pecahan 1 gram, tetapi juga pada seluruh ukuran emas batangan. Untuk pecahan terkecil 0,5 gram, harga kini mencapai Rp1.293.500, naik Rp36.000 dari hari sebelumnya. Sementara pecahan 2 gram dibanderol Rp4.914.000, naik Rp137.000. Untuk ukuran 10 gram, harga kini menembus Rp24.365.000, melonjak Rp720.000 atau naik sekitar 2,96 persen.
Kenaikan yang sama juga terjadi pada ukuran besar, seperti pecahan 100 gram yang kini dijual Rp242.912.000, naik Rp7,2 juta. Bahkan untuk ukuran 1 kilogram, harga menembus Rp2.427.600.000—naik Rp72 juta dari sebelumnya. Persentase kenaikan rata-rata berada di kisaran 2,9 hingga 3 persen di seluruh ukuran.
Kondisi ini menjadi sinyal kuat bahwa tren harga emas masih berada dalam fase bullish. Banyak analis memperkirakan bahwa lonjakan ini dipengaruhi oleh situasi global, termasuk pelemahan nilai dolar AS dan meningkatnya permintaan emas sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi dunia. Dengan rekor baru ini, emas Antam kembali menjadi primadona investasi yang menjanjikan stabilitas di tengah fluktuasi pasar.
