Suaranusantara.com- Nilai tukar rupiah menunjukkan pelemahan tipis terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Senin (15/12/2025). Pergerakan ini terjadi di tengah sikap wait and see pasar menjelang rilis berbagai indikator ekonomi penting dari Amerika Serikat yang dijadwalkan sepanjang pekan ini.
Berdasarkan pantauan di pasar spot pada pukul 09.15 WIB, rupiah tercatat berada di level Rp16.665 per dolar AS. Posisi tersebut menunjukkan penurunan sekitar 0,11 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Di sisi lain, indeks dolar justru mengalami penurunan tipis dan berada di kisaran 98,38, mencerminkan pergerakan yang relatif terbatas.
Pelemahan rupiah di awal pekan ini terjadi setelah mata uang Garuda sempat menguat pada akhir perdagangan Jumat (12/12/2025). Saat itu, rupiah ditutup di level Rp16.647 per dolar AS, mencatatkan apresiasi dibandingkan hari sebelumnya.
Pergerakan serupa juga terlihat pada mata uang Asia lainnya. Data dari platform perdagangan global menunjukkan bahwa mayoritas mata uang regional bergerak cenderung stabil atau konsolidatif terhadap dolar AS. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh antisipasi pasar terhadap laporan ekonomi Amerika Serikat, termasuk data ketenagakerjaan yang dinilai krusial.
Analis Global Economic & Markets Research dari Commonwealth Bank of Australia menilai bahwa data ekonomi yang akan dirilis berpotensi memberikan gambaran mengenai dampak sementara penutupan sebagian pemerintahan Amerika Serikat terhadap aktivitas ekonomi negara tersebut. Mereka juga menyoroti bahwa laju inflasi Amerika Serikat, jika tidak memasukkan faktor tarif, masih berada di kisaran awal 2 persen.
Dengan kondisi inflasi tersebut, para analis melihat adanya peluang bagi bank sentral Amerika Serikat untuk kembali mempertimbangkan penurunan suku bunga pada tahun depan, dengan kemungkinan dimulai sekitar Maret 2026, apabila kondisi ekonomi mendukung.
Sementara itu, pergerakan mata uang utama global cenderung bervariasi. Yen Jepang terhadap dolar AS bergerak relatif stabil di kisaran 155,96. Di Korea Selatan, won tercatat melemah tipis, sementara dolar Australia bergerak datar tanpa perubahan signifikan terhadap dolar AS.
