Suaranusantara.com- PT Merdeka Resources Tbk (EMAS) mencatatkan realisasi penggunaan dana IPO yang cukup signifikan. Perseroan telah menyerap Rp4,25 triliun atau sekitar 93,7 persen dari total dana bersih hasil penawaran umum perdana saham sebesar Rp4,54 triliun.
Dari laporan penggunaan dana, EMAS memprioritaskan pelunasan kewajiban ke perusahaan induk, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA). Sebanyak Rp3,88 triliun atau sekitar 86 persen dari dana IPO digunakan untuk pembayaran lebih awal sebagian pokok utang sesuai perjanjian utang piutang yang berlaku sejak April 2022 dan telah mengalami perubahan terakhir pada Agustus 2024.
Selain pembayaran utang, EMAS juga mengalokasikan dana IPO untuk mendukung aktivitas operasional anak usaha. Salah satunya melalui pemberian uang muka setoran modal kepada PT Pani Bersama Tambang (PBT) senilai USD20 juta atau sekitar Rp329,2 miliar. Hingga saat ini, dana yang telah terserap mencapai Rp199,76 miliar. Setoran tersebut digunakan untuk kebutuhan modal kerja, mulai dari pengadaan bahan baku hingga biaya operasional rutin. Struktur kepemilikan EMAS di PBT tetap terjaga di level 99,99 persen.
Di sisi lain, EMAS juga memberikan pinjaman sebesar USD20 juta atau Rp329,2 miliar kepada PT Puncak Emas Tani Sejahtera (PETS). Realisasi penyaluran dana ke PETS tercatat Rp166,52 miliar, yang dimanfaatkan untuk mendukung kelangsungan operasional perusahaan.
Adapun sisa dana IPO sebesar Rp292,11 miliar belum direalisasikan dan saat ini ditempatkan pada instrumen perbankan. Dana tersebut disimpan dalam bentuk giro rupiah di Bank HSBC senilai Rp42,81 miliar dengan bunga 4 hingga 5 persen, serta giro dolar AS setara USD15,17 juta atau Rp249,29 miliar di Bank Rakyat Indonesia dengan bunga 4 persen hingga akhir Desember 2025.
Sebagai catatan, EMAS menghimpun dana kotor IPO sebesar Rp4,65 triliun pada September 2025. Setelah dikurangi biaya emisi, dana bersih yang diperoleh perseroan tercatat Rp4,25 triliun dan kini sebagian besar telah direalisasikan sesuai rencana penggunaan dana.
