Suaranusantara.com- Pemerintah menyiapkan langkah-langkah fiskal untuk memperkuat momentum pertumbuhan ekonomi nasional di tengah target APBN 2026 sebesar 5,4 persen. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa target tersebut bukan batas maksimal, melainkan pijakan awal untuk mendorong laju pertumbuhan ke level yang lebih tinggi, mendekati 6 persen.
Dalam paparannya di Indonesia Economic Outlook 2026, Purbaya menilai ekonomi Indonesia tengah memasuki fase ekspansi baru pasca perlambatan akibat pandemi.
Ia merujuk pada perhitungan indikator Leading Economic Index/Coincident Economic Index (LEI/CEI) yang dirilis The Conference Board sebagai dasar proyeksi siklus ekonomi tersebut.
“Saya yakin ini akan terjaga terus ke depan. Pertumbuhan ekonomi kita di APBN tahun ini berapa? 5.4%, tetapi saya akan coba dorong ke arah 6%,” kata Purbaya dalam acara Indonesia Economic Outlook di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Jumat (13/2/2026).
Berdasarkan indikator itu, siklus ekonomi Indonesia menunjukkan pola ekspansi sekitar 10 tahun yang kemudian diikuti fase resesi singkat. Fase ekspansi sebelumnya tercatat berlangsung sejak 2009 hingga 2020, sebelum terhenti akibat guncangan pandemi COVID-19.
Saat ini, ekonomi nasional kembali berada pada lintasan pemulihan yang diproyeksikan berlanjut hingga 2033.
Purbaya menilai, kunci agar fase ekspansi ini bisa bertahan lama terletak pada ketepatan pengelolaan kebijakan fiskal dan kualitas pengambilan keputusan ekonomi.
Jika momentum ini dimanfaatkan dengan baik, ruang pertumbuhan jangka menengah hingga panjang dinilai masih sangat terbuka, termasuk peluang mendorong akselerasi ekonomi di atas target awal APBN.
“Kalau kita lihat di sini, terakhir kita ekspansi dari 2009 sampai 2020. Habis itu resesi, kemudian sekarang ekspansi lagi. Artinya kalau kita betul, kita pintar, sampai 10 tahun kita bisa ekspansi terus sampai 2033,” tutur Purbaya.
Purbaya mengaku sempat khawatir dengan penurunan ekonomi Indonesia, namun saat ini diklaim seluruh indikator mulai membaik. Dengan demikian ia percaya Indonesia akan mencapai cita-cita ‘Indonesia Emas’, bukan ‘Indonesia Suram’.
“Jadi kelihatannya, kita ada kemungkinan besar Pak, bisa membawa ekonomi Indonesia ke Indonesia Emas, bukan Indonesia Suram,” ucap Purbaya.
Purbaya menyebut saat ini Indonesia memasuki fase pertumbuhan yang lebih cepat. Hal itu dipastikan akan terus dijaga dengan baik hingga 2033 nanti.
“Jadi Anda nggak usah takut prospek jangka menengah ekonomi kita. Itu akan terjadi betul karena kebijakan kita pas, menterinya pas lah kira-kira,” imbuh Purbaya.
