Suaranusantara.com- Tak terasa puasa Ramadan 1447 H sudah memasuki hari ke 13 tepat pada Selasa 3 Maret 2026. Itu artinya, Lebaran 2026 sebentar lagi tiba.
Jelang Lebaran 2026, Presiden RI Prabowo Subianto memberikan arahan khusus kepada Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau akrab disapa Zulhas.
Arahan khusus itu disampaikan saat Zulhas menemui Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta pada Senin 2 Maret 2026.
Dalam pertemuan itu, sejumlah has dibahas oleh Prabowo bersama Zulhas di mana dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di bulan suci Ramadan dan jelang Hari Raya Idulfitri.
Zulhas mengaku dirinya diperintahkan Presiden Prabowo untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan bahan pokok bagi masyarakat, khususnya, menjelang Hari Raya Idulfitri.
“Ya kita memastikan bulan puasa, mau Lebaran ini harus stok pangan dimonitor secara ketat,” kata dia kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin 2 Maret 2026.
Menurut Zulhas, Prabowo memberikan instruksi langsung agar pengawasan dilakukan secara menyeluruh di lapangan.
Prabowo juga memerintahkan Zulhas untuk berkeliling memastikan berbagai program prioritas berjalan optimal.
“Saya diperintah untuk keliling memastikan pangan, MBG, Kopdes, kemudian pengelolaan sampah berlangsung dengan baik. Dan tentu sembako, puasa dan Lebaran ini harus tersedia, terjangkau, dan harga tidak boleh naik,” jelas dia.
Sebelumnya, pemerintah memastikan harga bahan pangan pokok masih relatif stabil menjelang pertengahan Ramadan.
Berdasarkan hasil inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah kota besar dalam sepekan terakhir, stok dinilai aman dan harga terkendali hingga Idulfitri.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) I Gusti Ketut Astawa menyampaikan bahwa secara umum kondisi pasar cukup terjaga.
“Saya rasa semua pangan pokok stabil. Stok aman. Walau memang (harga) bervariasi, tapi kecenderungannya kita lihat sudah mulai stabil dan menurun,” ujar Ketut dalam keterangan resmi, Sabtu 28 Februari 2026.
Dalam sidak di Pasar Senen, Jakarta, Kamis (26/2), mayoritas komoditas strategis tercatat berada dalam rentang Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Acuan Penjualan (HAP).
Harga daging sapi segar berkisar Rp130.000–Rp140.000 per kilogram (kg), daging ayam Rp40.000 per kg, dan cabai rawit merah turun dari Rp110.000 menjadi Rp100.000 per kg.
Sementara harga telur ayam berada di kisaran Rp29.000 hingga Rp30.500 per kg.
Kondisi serupa juga ditemukan dalam sidak di Pasar Palimo, Palembang, Sumatra Selatan, Selasa (24/2). Bapanas bersama Satgas Saber Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan mendapati harga sejumlah komoditas sesuai HAP.
Di antaranya daging ayam Rp39.000 per kg, daging sapi segar Rp140.000 per kg, Minyakita Rp15.700 per kemasan, serta bawang merah Rp40.000 per kg.
Meski harga relatif stabil, pemerintah tetap menyiapkan intervensi untuk menjaga daya beli masyarakat.
Salah satunya melalui program bantuan pangan berupa beras 10 kg dan minyak goreng 2 liter bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
“Bantuan pangan nanti akan didorong di tahun ini, ada 33,2 juta KPM (Keluarga Penerima Manfaat), akan diberikan di bulan Maret. Ini kita siapkan semua,” imbuh Ketut.
