Rupiah Menguat Tipis di Tengah Ketegangan Timur Tengah dan Menjelang RDG BI

Rupiah Melemah, Dolar AS Kuat (Dok ilustrasi)

Rupiah Melemah, Dolar AS Kuat (Dok ilustrasi)

Suaranusantara.com- Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menunjukkan tren positif pada perdagangan Selasa (17/3/2026). Mata uang Garuda tercatat menguat menjelang pengumuman hasil rapat kebijakan moneter oleh Bank Indonesia.

Data Bloomberg mencatat pada pukul 09.01 WIB rupiah berada di level Rp16.968 per dolar AS, menguat 29 poin atau sekitar 0,17 persen di pasar spot.

Penguatan ini terjadi setelah pada perdagangan Senin (16/3/2026) rupiah ditutup melemah di kisaran Rp16.997 per dolar AS.

Pelaku pasar kini menunggu keputusan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang dijadwalkan diumumkan pada sore hari. Konsensus pasar memperkirakan bank sentral akan mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75 persen.

Di tengah penguatan rupiah, sebagian besar mata uang Asia justru bergerak melemah terhadap dolar AS. Kondisi tersebut dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Kementerian Pertahanan Uni Emirat Arab mengungkapkan pihaknya sedang menangani serangan rudal dan drone yang diduga berasal dari Iran.

Analis dari FOREX.com, Fawad Razaqzada, menilai potensi gangguan terhadap pasokan minyak dari kawasan tersebut dapat menjaga harga energi tetap tinggi.

Ia menilai risiko tersebut dapat meningkatkan daya tarik dolar AS karena investor cenderung berhati-hati terhadap dampak ekonomi global, terutama bagi negara yang bergantung pada impor minyak.

Sementara itu, data dari London Stock Exchange Group menunjukkan dolar AS menguat tipis terhadap beberapa mata uang Asia. Dolar tercatat naik sekitar 0,1 persen menjadi 159,20 yen dan menguat 0,2 persen menjadi 1.492,40 won.

Exit mobile version