Suaranusantara.com- Harga emas batangan produksi PT Antam Tbk diprediksi masih akan bergerak dinamis dalam waktu dekat. Pada Rabu, 8 April 2026, arah pergerakan harga disebut belum sepenuhnya stabil, dengan peluang naik dan turun yang sama-sama terbuka.
Analis pasar komoditas Ibrahim Assuaibi menilai, tekanan penurunan masih mungkin terjadi. Ia memperkirakan batas aman pertama berada di kisaran Rp 2.827.000 per gram. Jika tekanan semakin kuat, harga berpotensi turun hingga ke area Rp 2.780.000 per gram.
Meski demikian, peluang rebound tetap ada. Dalam analisisnya, jika harga berbalik naik, maka level Rp 2.890.000 per gram menjadi titik uji awal. Apabila momentum penguatan berlanjut, harga bahkan bisa mendekati Rp 3.000.000 per gram sebagai batas resistensi berikutnya.
Data dari situs Logam Mulia menunjukkan bahwa pada Selasa, 7 April 2026, harga emas Antam mengalami kenaikan sebesar Rp 19.000 dan berada di level Rp 2.850.000 per gram.
Kenaikan tersebut terjadi setelah sehari sebelumnya harga sempat turun cukup dalam. Pada Senin, 6 April 2026, harga emas tercatat melemah Rp 26.000 hingga berada di angka Rp 2.831.000 per gram.
Adapun level tertinggi sepanjang masa untuk emas Antam tercatat pada 29 Januari 2026, yakni di posisi Rp 3.168.000 per gram.
Untuk harga buyback, nilainya juga mengalami peningkatan sebesar Rp 19.000 menjadi Rp 2.569.000 per gram pada Selasa.
Perlu diketahui, transaksi jual emas dikenakan pajak sesuai aturan yang berlaku. Untuk penjualan kembali dengan nilai lebih dari Rp 10 juta, dikenakan PPh 22 sebesar 1,5 persen bagi pemilik NPWP dan 3 persen bagi yang tidak memiliki NPWP. Pajak tersebut langsung dipotong dari total nilai buyback.
