Jakarta-SuaraNusantara
Presiden Direktur PT. Nichias Rockwool Indonesia Satoshi Dohi menjelaskan, perusahaannya menambah kapasitas produksi rock wool sebesar 20 ribu ton per tahun. Dengan ekspansi ini, pabrik yang berdiri di atas lahan seluas 72.980 m 2 telah berinvestasi sebesar USD40 juta dengan penyerapan tenaga kerjas ebanyak 480 orang
“Rock wool merupakan mineral wool berbahan baku batuan alam. Sementara itu, mineral wool berupa serat pintal anorganik dari mineral, yang dibuat dengan cara melelehkan bahan baku mineral pada suhu tinggi kemudian dicampur cairan resin dengan cara dihembuskan dengan tekanan tertentu atau dengan metode lainnya sehingga terbentuk serat,” ujar Satoshi padaperesmian jalur produksi ketiga PT. Pabrik Nichias Rockwool Indonesia di Cikampek, Karawang, Jawa Barat, Kamis (14/9/2017).
Produk rock wool memiliki tiga fungsi, yaitu sebagai bahan isolasi panas, penyerap suara dan tahan api. Produk ini banyak digunakan dalam pembangunan gedung bioskop, apartemen, hotel, dan bandara. Selain itu, sebagai peralatan proses produksi di industri seperti untuk sektor petrokimia dan pembangkit listrik,serta perkapalan. Bahkan, saat ini diterapkan juga sebagai media tanam hidroponik.
Sebagai produk, rock wool menggunakan bahan baku yang berasal dari sumber daya alam lokal sehingga memiliki Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) yang tinggi hingga 80 persen. Karena sifatnya, rock wool sangat cocok untuk keperluan industri sebagai upaya menghemat energi, menjaga lingkungan dan sebagai alat pengaman.
Direktur Operasional dan Pemasaran PT. Nichias Rockwool Indonesia Ivan Kuntara menambahkan, kebutuhan rock wool saat ini di pasar domestik mencapai 17.500 ton per tahun, di mana setiap tahun tumbuh sekitar 10-15 persen.
“Untuk itu, ekspansi ini kami sasarkan juga untuk memenuhi market di dalam negeri. Perusahaan induk kami di Jepang, Nichias telah menjadikan Indonesia sebagai basis produksi untuk ASEAN,” jelasnya.
PT. Nichias Rockwool Indonesia didirikan pada tahun 1995 ini, awalnya mengoperasikan pabrik rock wool dengan kapasitas produksi 5.000 ton per tahun dan dilanjutkan pembangunan jalur produksi kedua dengan kapasitas 10 ribu ton per tahun pada tahun 2012 sehingga total kapasitas saat ini mencapai 35 ribu ton per tahun. Produk rock wool tersebut dipasarkan dengan merek dagang Rock Wool TOMBO MG Product.
Penulis: Yon K