IHSG Menguat Setelah Rebound, Rupiah Melemah Akibat Data Inflasi Indonesia

Ilustrasi Investasi bagi pemula(freepek)

Ilustrasi Investasi bagi pemula(freepek)

Suaranusantara.com- Pada awal perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) hari Rabu, 1 November 2023, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah, sementara mata uang Rupiah melemah di pasar spot.

Data yang dirilis pukul 09.12 WIB menunjukkan IHSG berada pada level 6.734,72 atau mengalami penurunan sebesar 0,26 persen (17,4 poin) dibandingkan dengan penutupan sebelumnya yang berada pada level 6.752,21.

Dalam perdagangan ini, sebanyak 206 saham menguat di zona hijau, sementara 235 saham berada di zona merah, dan 190 saham lainnya stagnan. Total nilai transaksi hingga saat ini mencapai Rp 1,2 triliun dengan volume perdagangan mencapai 2,6 miliar saham.

Analis dari BinaArtha Sekuritas, Ivan Rosanova, mengindikasikan bahwa IHSG berpotensi menguat pada hari ini setelah mengalami rebound dari level Fibonacci retracement sebesar 78,6 persen dari wave a di level 6.666.

Dia menyebutkan bahwa level support IHSG berada di 6.666, 6.633, dan 6.542, sementara level resistennya terletak di 6.821, 6.878, dan 6.968.

Dalam analisisnya, Ivan juga mencatat bahwa indikator MACD menunjukkan adanya momentum bearish.

“Hari ini IHSG dapat menguat menuju resisten terdekat di 6.821. IHSG akan mengonfirmasi permulaan wave c apabila menembus ke atas fraktal 6.878 atau sebaliknya akan memperpanjang struktur wave b menuju 6.633 jika tetap di bawah 6878,” ungkap Ivan.

Sementara itu, pasar saham di Asia pagi ini mengalami pergerakan yang beragam. Nikkei Jepang menguat sebesar 1,7 persen (526,19 poin) dan berada pada level 31.385, sementara Strait Times naik sebesar 0,25 persen (7,8 poin) pada level Rp 3.075,54.

Di sisi lain, Hang Seng Hong Kong mengalami koreksi sebesar 0,59 persen (101,4 poin) dan berada pada posisi 17.011,02, sedangkan Shanghai Komposit turun 0,08 persen (2,29 poin) dan berada pada level 3.016,48.

Terakhir, nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS di pasar spot pagi ini mengalami pelemahan. Data yang dirilis oleh Bloomberg pukul 09.08 WIB menunjukkan bahwa Rupiah berada pada level Rp 15.940 per Dolar AS, mengalami penurunan sebesar 56 poin (0,35 persen) dibandingkan dengan penutupan sebelumnya yang berada pada level Rp 15.884 per Dolar AS.

Direktur dari PT.Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi, menyebutkan bahwa pergerakan Rupiah saat ini dipengaruhi oleh data inflasi Indonesia yang mencapai 2,28 persen secara tahunan (YoY), sesuai dengan ekspektasi pasar sebesar 2,2 persen (YoY).

Dia menambahkan bahwa daya beli masyarakat masih dalam tekanan, yang tercermin dalam penurunan inflasi inti, indeks kepercayaan konsumen yang menurun, dan kinerja penjualan ritel yang rendah.

Ibrahim memprediksi bahwa Rupiah akan bergerak fluktuatif dan diperkirakan akan ditutup melemah dalam kisaran Rp 15.870 hingga Rp 15.950 pada perdagangan hari Rabu.(kml)

Exit mobile version