Suaranusantara.com- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan performa positif di awal perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) pagi ini.
Bersamaan dengan penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, pasar saham dalam negeri menghadirkan sinyal optimisme di tengah tantangan global yang terus berkembang.
Mengutip data RTI, pada pukul 09.04 WIB, IHSG berada di level 7.311,94, naik 54,26 poin atau 0,75 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di 7.257,11. Sebanyak 263 saham tercatat bergerak di zona hijau, sementara 94 saham di zona merah, dan 191 saham lainnya stagnan. Volume transaksi mencapai 600,58 juta saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 811,18 miliar.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di pasar spot menunjukkan penguatan tipis. Data Bloomberg mencatat, pada pukul 09.28 WIB, rupiah berada di level Rp 16.273 per dolar AS, naik 6,5 poin atau 0,04 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp 16.279,5 per dolar AS.
Analis Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menyebut kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump terhadap China dan Uni Eropa menjadi perhatian utama pasar global.
Trump berencana menerapkan tarif sebesar 10 persen, yang diproyeksikan akan berdampak pada kestabilan perekonomian global. Dari dalam negeri, keputusan Presiden Prabowo Subianto yang menyetujui anggaran Rp 48,8 triliun untuk pembangunan lanjutan Ibu Kota Nusantara (IKN) turut memberikan sentimen positif pada pasar saham.
Proyeksi dan Sentimen Pasar
Menurut Maximilianus, secara teknikal, IHSG berpotensi menguat dengan kisaran support di level 7.200 dan resistance di level 7.325. Namun, potensi koreksi juga terbuka jika IHSG gagal menembus resistance ini. Hal senada disampaikan analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova, yang memprediksi IHSG dapat mencapai level 7.386 jika tren bullish saat ini berlanjut. Namun, koreksi jangka pendek tetap menjadi risiko jika IHSG tidak mampu bertahan di atas level 7.301.
Di sisi lain, mayoritas bursa Asia juga mencatatkan penguatan. Indeks Nikkei 225 naik 0,60 persen ke level 39.853,50, sementara Hang Seng bertambah 0,89 persen ke posisi 19.954,75. Bursa Shanghai Composite dan Strait Times juga bergerak positif, masing-masing naik 1,56 persen dan 0,64 persen.
Rupiah dan Kebijakan Dalam Negeri
Penguatan nilai tukar rupiah pagi ini juga didorong oleh sentimen positif dari kebijakan dalam negeri. Pengamat pasar uang, Ariston Tjendra, menilai kebijakan baru terkait Dana Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA), yang mewajibkan dana ditahan 100 persen di dalam negeri selama satu tahun, memberikan dampak positif sementara bagi rupiah. Namun, ia juga mengingatkan bahwa kebijakan tarif Trump serta pelambatan ekonomi di negara-negara seperti China dan Korea Selatan dapat menjadi tantangan bagi rupiah dalam jangka panjang.
