Tarik Ulur Geopolitik dan Data AS Bikin Emas Global Jalan di Tempat

Tips Membeli Emas Antam Agar Tidak Tertipu

Tips Membeli Emas Antam Agar Tidak Tertipu (Foto:Pixabay)

Suaranusantara.com- Pergerakan harga emas dunia pada akhir perdagangan Kamis, 19 Februari 2026, menunjukkan kecenderungan stagnan.

Di pasar New York, emas spot bertahan di area 4.979 dolar AS per ons, mencerminkan sikap wait and see investor menjelang rilis data penting Amerika Serikat.

Berdasarkan laporan Reuters, logam mulia berada di bawah tekanan dua sentimen yang berlawanan arah. Di satu sisi, memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah akibat ultimatum Presiden Donald Trump kepada Iran soal program nuklir mendorong permintaan emas sebagai aset safe haven.

Di sisi lain, performa ekonomi Amerika Serikat yang masih solid menjadi penahan laju kenaikan emas. Data klaim pengangguran terbaru tercatat jauh di bawah ekspektasi pasar, memperkuat asumsi bahwa Federal Reserve masih memiliki ruang untuk mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Kondisi tersebut umumnya kurang menguntungkan bagi pergerakan harga emas.

Kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman April juga ditutup melemah 0,2 persen di level 4.997,40 dolar AS per ons. Fokus pelaku pasar kini tertuju pada rilis data inflasi PCE pada Jumat, yang diperkirakan akan memberi petunjuk arah kebijakan suku bunga pada pertengahan tahun.

Sementara emas cenderung bergerak terbatas, perak mencatat penguatan lanjutan sebesar 0,6 persen ke 77,66 dolar AS per ons, melanjutkan lonjakan tajam lebih dari 5 persen sehari sebelumnya. Di sisi lain, platinum turun 0,8 persen ke 2.054,08 dolar AS per ons, sedangkan paladium melemah 2,6 persen menjadi 1.671,34 dolar AS per ons.

Exit mobile version