Suaranusantara.com- Virus super flu atau subclade K spesimen influenza A(H3N2), Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkap dari 74 kasus melanda Indonesia.
Kasus super flu sendiri terbanyak melanda wilayah Jawa Timur dan Kalimantan Selatan. Hal ini berdasarkan data pemeriksaan terhitung sejak 1 Januari 2026 hingga 10 Januari 2026.
Jawa Timur menjadi yang paling banyak yakni 18 kasus super flu. Kemudian disusul Kalimantan Selatan sebanyak 18 kasus juga.
Berikut daftar provinsi yang dilanda kasus super flu:
– Jakarta: 11 kasus
– Jawa Barat: 10 kasus
– Sumatera Selatan: 5 kasus
– Sumatera Utara: 3 kasus
– Bali: 2 kasus
– Nusa Tenggara Timur: 2 kasus
– Jawa Tengah: 1 kasus
– Nusa Tenggara Barat: 1 kasus
– Sulawesi Selatan: 1 kasus
– Sulawesi Utara: 1 kasus
– Yogyakarta: 1 kasus
Virus super flu sendiri bukanlah virus baru melainkan istilah. Virus ini merupakan bagian dari influenza musiman yang beredar setiap tahun.
Untuk itu, Direktur Penyakit Menular Kemenkes RI dr Prima Yosephine meminta masyarakat agar tidak panik dengan adanya super flu. Terlebih di Indonesia kasusnya menurun.
“H3N2 merupakan bagian dari influenza musiman. Pertengahan Januari 2025, H3N2 subclade K telah dilaporkan di 80 negara, termasuk Indonesia dengan kasus pertama terdeteksi pada M36. Namun berdasarkan hasil pemantauan, tren kasus influenza di Indonesia telah menurun sehingga masyarakat tidak perlu panik,” ujarnya, Kamis 22 Januari 2026.
dr Prima mengatakan orang-orang yang menderita super flu memiliki gejala seperti flu biasanya. Namun, gejala bisa berat terhadap orang-orag usia rentan seperti lansia dan penyakit tinggi.
“Sebagian besar pasien influenza mengalami gejala ringan hingga sedang dan dapat sembuh dengan sendirinya. Kasus berat umumnya terjadi pada kelompok berisiko tinggi, seperti lansia dan individu dengan penyakit penyerta,” ucapnya dalam keterangan resmi, Kamis 22 Januari 2026.
Kemenkes juga mengimbau masyarakat untuk tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat, termasuk rutin mencuci tangan, memakai masker saat sakit atau berada di kerumunan, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan bila mengalami gejala flu berat atau tidak kunjung membaik.
“Yang terpenting adalah kewaspadaan, bukan kepanikan. Influenza ini masih dalam kategori penyakit musiman yang bisa dikendalikan,” tegas dr Prima.
