Isu Reshuffle Kabinet Kembali Mencuat, PDIP Soroti Kasus Hasan Nasbi

Politikus PDI Perjuangan, Guntur Romli, tolak wacana pemberian gelar Pahlawan Nasional ke Soeharto (Dok Instagram Guntur Romli)

Politikus PDI Perjuangan, Guntur Romli, tolak wacana pemberian gelar Pahlawan Nasional ke Soeharto (Dok Instagram Guntur Romli)

Suaranusantara.com – Beredar kabar bahwa Presiden Prabowo Subianto akan mereshuffle kabinet merah putih pasca libur Idul Fitri 1446 H/ 2025 M.

Menanggapinya, Politisi PDIP Guntur Romli, mengatakan sosok yang akan mendapatkan evaluasi dapat dilihat dari kepuasan publik pada kinerja pemerintah.

Menurut Guntur, salah satunya adalah pernyataan Kepala Komunikasi Kepresidenan atau Presidential Communication Office (PCO), Hasan Nasbi, soal teror kepala babi ke media Tempo.

Guntur menilai, pernyataan Hasan Nasbi itu sebagai bentuk menormalisasi teror terhadap media.

Maka dari itu, Guntur menyarakan agar Prabowo memecat Hasan Nasbi.

“Harus dipecat. Itu menormalisasi teror pada pers,” kata Guntur, Jakarta, Sabtu (5/4/2025).

Menurut dia, teror terhadap institusi pers dan kerja jurnalis, tidak boleh dijadikan bahan becandaan.

“Yang bisa bergurau untuk mengatakan tidak takut pada teror, yakni korban yang jadi sasaran. Kalau pihak lain ikut-ikut bergurau artinya dia menormalisasi teror pada pers,” kata Guntur.

“Evaluasi kabinet saya kira presiden bisa menyimak survei opini publik dan penilaian kualitatif terhadap kabinetnya yang dianggap oleh publik tidak mampu menerjemahkan program presiden tapi malah membuat pernyataan yang blunder,” tambahnya.

Exit mobile version