Perang Israel-Iran, Komisi I Minta Prabowo Subianto Antisipasi Ancaman Global

Utut Adianto soal kursi Sekjen PDI Perjuangan yang kosong lantaran Hasto Kristiyanto terjerat kasus hukum (instagram @voxindonesia.id)

Utut Adianto soal kursi Sekjen PDI Perjuangan yang kosong lantaran Hasto Kristiyanto terjerat kasus hukum (instagram @voxindonesia.id)

Suaranusantara.com- Utut Adianto, Wakil Ketua Komisi I DPR RI, mengimbau Presiden Prabowo Subianto agar tidak mengabaikan dampak yang mungkin timbul akibat eskalasi konflik antara Israel dan Iran.

Ia menilai, Kementerian Pertahanan dan jajaran TNI perlu melakukan pengamatan lebih mendalam terhadap perkembangan situasi di kawasan tersebut.

Menurut Utut, penting untuk mengevaluasi kembali apakah strategi pertahanan nasional sudah tepat menghadapi potensi ancaman global. Ia menyoroti bahwa meskipun jumlah aktor konflik tidak banyak, daya rusaknya bisa sangat besar.

Baca Juga: Kapan Anak Sekolah Mulai Libur Kenaikan Kelas, Ini Jadwalnya di Berbagai Wilayah Indonesia dari Sabang Sampai Merauke Sesuai Kalender Pendidikan

“Sekali lagi, kita dunia saling terkait, hanya betapa besar keterkaitannya dengan Indonesia. Ini yang kita harapkan Pak Presiden Prabowo harus siap dan sigap mengantisipasi,” sambungnya.

Baca juga: Perang Iran-Israel, Komisi I Minta Kemenlu Evakuasi WNI ke Daerah Aman

Ia mengatakan, meningkatnya eskalasi militer antara Iran dan Israel tidak boleh dianggap sepele. Apalagi konflik yang sudah berjalan beberapa hari itu sudah menimbulkan banyak korban jiwa dan kerusakan infrastruktur strategis.

Oleh sebab itu, peperangan antara Iran dan Israel saat ini juga harus menjadi bahan evaluasi terhadap kesiapan sistem dan konsep pertahanan Indonesia.

“Yang harus kita cermati menurut hemat saya tiga hal. Yang pertama, apa penyebabnya? Yang kedua, kira-kira di mana titik berakhirnya? Dan yang ketiga, ini berkaitan dengan kita, konsep pertahanan negara kita,” ujar Utut.

Baca Juga: Konflik Israel-Iran Memanas: Rudal, Serangan Balasan, dan Korban Sipil Berjatuhan

Ia juga meminta pemerintah dalam hal ini Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) segera bertindak dalam menyikapi konflik antara Iran dan Israel. Menurutnya, perlu dipertimbangkan untuk mengevakuasi warga negara Indonesia (WNI) yang berada di kedua negara tersebut. Ia kemudian menegaska bahwa keselamatan WNI harus menjadi prioritas pemerintah dalam setiap kebijakan luar negeri.

“Sikap itu kan artinya cepat dan tepat. Pemahaman sikap kalau terhadap warga negara kita yang ada di dua titik itu, baik di Iran yang memang tidak terlalu urgent, ada baiknya dipikirkan untuk dievakuasi ke daerah atau ke wilayah yang memang dianggap aman atau kembali,” ujar Utut.

Exit mobile version