Suaranusantara.com- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengimbau warga ibu kota untuk bersiap menghadapi potensi banjir rob dalam waktu dekat.
Berdasarkan prakiraan BMKG, gelombang pasang air laut yang disertai hujan diprediksi melanda kawasan pesisir Jakarta dalam satu hingga dua hari ke depan.
Dalam kunjungannya ke Kali Irigasi Bekasi, Senin (7/7/2025), Pramono Anung menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan BMKG untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem.
Ia juga meminta Kepala Dinas SDA Jakarta, Ika Agustin Ningrum, bersama seluruh tim lapangan, agar siaga dan menyiapkan semua alat penanganan yang diperlukan. Langkah ini diambil agar kejadian banjir pada akhir pekan lalu tak kembali terulang.
“Saya sudah meminta kepada Ibu Ika (Kepala Dinas SDA Jakarta Ika Agustin Ningrum) dan teman-teman, kita stand by untuk mengatasi itu, supaya pengalaman kita dari semalam tidak terulang,” tuturnya.
Menurut Pramono, banjir yang terjadi pada 5 dan 6 Juli lalu merupakan yang terbesar dan paling merata di seluruh wilayah Jakarta selama masa kepemimpinannya.
Ia menilai pengalaman tersebut sebagai alarm penting untuk meningkatkan kesiapan pemerintah daerah dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.
“Kalau dilihat mata saya, Ibu Ika dan sebagainya, kami rata-rata belum ada yang tidur,” ungkapnya.
Politikus PDI Perjuangan itu menambahkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta mengaktifkan seluruh pompa air untuk mengatasi banjir Jakarta Sabtu dan Minggu kemarin.
Namun, dari sekitar 600 unit pompa penyedot banjir, 10 di antaranya rusak.
“600 pompa itu karena airnya begitu banyak, akhirnya 10 pompa terbakar. Saya tadi baru saja mendapatkan laporan,” kata dia.
