Puan Bicara Soal Hubungan Prabowo dan Megawati: Kayak Kakak Adik

Puan Maharani bicara soal hubungan antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri (instagram @puanmaharaniri)

Puan Maharani bicara soal hubungan antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri (instagram @puanmaharaniri)

Suaranusantara.com- Ketua DPR RI Puan Maharani bicara soal hubungan antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Ketua Umum (Ketum) PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

Puan Maharani berujar bahwa hubungan antara Prabowo dan Megawati layaknya kakak beradik.

“Dari dulu sudah dekat kayak kakak adik,” ucapnya, Minggu 17 Agustus 2025.

Dalam kesempatan itu, Puan ditanya soal isu reshuffle Kabinet Merah Putih yang santer terdengar.

Kata Puan, terkait isu reshuffle Kabinet Merah Putih, posisi PDI Perjuangan jelas, yakni mendukung pemerintahan Prabowo Subianto.

“Kan PDIP sudah menyatakan bahwa kami akan mendukung pemerintahan Presiden Prabowo dalam membangun bangsa dan negara, dan akan meluruskan semua program untuk menjalankan visi Presiden Prabowo agar manfaatnya bisa sebesar-besarnya untuk rakyat,” tegasnya.

Sebelumnya, Puan menanggapi soal rencana akan bertemu kembali Prabowo dan Megawati. Kata Puan, Prabowo dan Megawati akan bertemu dalam waktu dekat ini.

Namun, dia menegaskan pertemuan tersebut tidak dilakukan hari ini, Minggu 17 Agustus 3035.

Mengingat pada hari Minggu ini agenda Prabowo sangatlah padat terkait rangkaian perayaan HUT RI ke-80.

“Enggak, presiden kan banyak agenda, belum karnaval, belum yang lain-lain. Pasti insya Allah akan ada pertemuan, tapi enggak hari ini,” kata Puan di Istana Merdeka.

Puan menyebutkan pertemuan itu bisa saja dilakukan dalam waktu dekat, meski jadwal Presiden Prabowo masih padat hingga akhir pekan.

“Mungkin secepatnya. Mungkin saja (minggu ini), karena jadwal presiden dalam rangka 17-an masih padat,” ujarnya.

Terkait agenda pertemuan, Puan menekankan bahwa tidak harus selalu membahas hal-hal serius. Menurutnya, pertemuan Megawati dan Prabowo juga bisa menjadi ajang silaturahmi.

“Setiap pertemuan enggak harus ada pembahasan serius. Nanti bagaimana membicarakan bangsa dan negara, silaturahmi, bertemu, cerita, dan makan enak,” jelasnya.

Puan menambahkan, hingga kini belum ada mandat atau persiapan khusus dari PDIP terkait pertemuan itu.

“Belum ngomong tentang itu,” pungkasnya.

 

Exit mobile version