Suaranusantara.com – Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Eddy Soeparno, menghadiri diskusi bersama para dosen dan guru besar di Pusat Penelitian Hukum dan Kebijakan Energi Terbarukan, Fakultas Hukum Universitas Airlangga (Unair).
Eddy menjelaskan, kehadirannya bertujuan untuk mendengar langsung aspirasi akademisi dalam merumuskan undang-undang yang berpihak pada lingkungan dan energi terbarukan.
“Kami turun langsung mendengarkan masukan dari Guru Besar dan Akademisi di Unair terhadap pembahasan berbagai Rancangan Undang-Undang (RUU) maupu. regulasi terkait lingkungan yang saat ini sedang dibahas pemerintah,” kata Eddy dalam keterangannya, Senin (22/9).
Menurutnya, langkah “jemput bola” ini penting agar produk hukum yang dihasilkan berbasis riset akademik yang komprehensif, sehingga benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.
Wakil Ketua Umum PAN itu menegaskan komitmennya untuk terus mengawal RUU Pengelolaan Perubahan Iklim (RUU PPI) serta RUU Energi Baru dan Terbarukan (EBET).
Ia menekankan, RUU PPI yang diinisiasi Fraksi PAN merupakan upaya konkret untuk menghadapi ancaman krisis iklim.
“Karena itu masukan dari Pusat Kajian Hukum Energi terbarukan Unair ini sangat bermafaat agar RUU PPI bisa menjadi solusi hadapi krisis iklim,” ucapnya.
Doktor Ilmu Politik UI ini juga menyambut baik segala masukan yang diberikam akademisi FH Unair, khususnya agar RUU ini bisa memberikan kepastian hukum di satu sisi, dan juga memberikan keadilan energi di sisi yang lain.
Sementara, Pusat Pusat Penelitian Hukum dan Kebijakan Energi Terbarukan FH Unair, Indria Wahyuni mengapresiasi inisiatif Eddy Soeparno untuk turun langsung mendengarkan masukan dari akademisi dan Guru besar di lingkungan kampus.
“Kita butuh pemimpin yang mau turun langsung mendengarkan berbagai masukan dari luar pemerintahan, termasuk dalam hal ini dari kampus. Bottum up Policy ini penting agar kebijakan pemerintahan tetap tersambung dengan riset dan penelitian yang dilakukan ole civitas di universitas,” tutupnya.
