Suaranusantara.com- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa dirinya bukan tipe bendahara negara yang akan merendahkan diri di hadapan investor asing demi menarik modal masuk ke Indonesia.
Menurutnya, para investor asing bukanlah pihak yang menentukan arah pembangunan ekonomi nasional, melainkan hanya pihak yang ingin menikmati hasil pertumbuhan ekonomi yang telah dibangun oleh anak bangsa.
Dalam rapat kerja bersama Komite IV DPD RI di Jakarta, Senin (3/11/2025), Purbaya menyampaikan bahwa pemerintah tetap membuka pintu bagi investasi luar negeri. Namun, ia menekankan bahwa upaya menarik investor tidak akan dilakukan dengan sikap memohon, melainkan dengan memperkuat fondasi ekonomi dalam negeri agar para investor datang dengan sendirinya.
Ia menilai, ketika ekonomi nasional tumbuh kuat dan produktif, para investor akan otomatis tertarik menanamkan modalnya di Indonesia tanpa perlu bujukan berlebihan. Oleh karena itu, fokus kebijakan Kementerian Keuangan ke depan adalah menciptakan pertumbuhan ekonomi yang cepat dan berkelanjutan.
Purbaya juga menjelaskan bahwa pemerintah akan lebih selektif dalam menerima investasi asing. Ia menilai penting untuk memastikan setiap investasi membawa dampak berantai yang positif bagi masyarakat, khususnya dalam transfer teknologi dan peningkatan kapasitas industri nasional.
Lebih lanjut, Purbaya mengungkapkan bahwa pemerintah hanya akan membuka sektor-sektor yang belum dimiliki dalam negeri, sementara sektor yang sudah kuat di Indonesia tidak perlu dibuka untuk investor asing. Ia menegaskan, Kementerian Keuangan memiliki instrumen kebijakan, seperti pajak dan tarif, untuk memastikan investasi yang masuk benar-benar berkualitas dan strategis bagi pembangunan nasional.
