Terhambat Konflik Iran-Koalisi AS-Israel, Wamen HAM Tertahan di Bandara Doha

Mugiyanto Sipin

Mugiyanto Sipin

Suaranusantara.com- Wakil Menteri Hak Asasi Manusia, Mugiyanto Sipin, terpaksa tertahan di Bandara Internasional Hamad akibat eskalasi konflik bersenjata antara Iran dan koalisi Amerika Serikat–Israel. Ketegangan regional tersebut berdampak pada penutupan sebagian wilayah udara, sehingga rute penerbangan internasional terganggu.

Situasi darurat ini membuat perjalanan rombongan yang semula dijadwalkan melanjutkan penerbangan ke Jenewa, Swiss, harus dibatalkan. Informasi yang disampaikan melalui kanal resmi Kementerian HAM di media sosial pada Minggu pagi menyebutkan bahwa hingga Sabtu sore waktu setempat, Wamen HAM masih berada di area bandara Doha dan menunggu kepastian pembukaan jalur penerbangan.

“Pada hari ini (Sabtu, 28 Februari 2026), jam 4 sore. Saya masih berada di Hamad Airport di Doha, Qatar,” ujar Mugiyanto dalam keterangannya di akun Instagram Kementerian HAM, dikutip Minggu (1/3/2026) pagi.

Mugiyanto menjelaskan bahwa pesawat yang membawa dirinya beserta tim Kementerian HAM sebetulnya sempat lepas landas dari Doha pada pukul 09.00 waktu setempat.

Namun, setelah 30 menit mengudara, penerbangan terpaksa dihentikan menyusul informasi penutupan wilayah udara di atas Irak dan Iran.

“Jadi setelah berputar-putar di udara selama sekitar 2 jam kami akhirnya mendarat kembali di Hamad Airport di Doha. Dan sejak pagi sampai sekarang kami masih berada di bandara di Doha ini,” ujar dia.

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa pemerintah Qatar telah memberlakukan status darurat nasional.

Warga diimbau untuk tetap berada di rumah, menunda segala bentuk perjalanan, serta menjauhi kawasan militer.

Saat ini, Mugiyanto dan timnya terus bertahan di bandara untuk menunggu kepastian dari pihak maskapai Qatar Airways menyusul pembatalan status perjalanan menuju Jenewa.

“Jadi kami tetap stay di bandara menunggu informasi dari Qatar Airways. Dan sampai sekarang status perjalanan kami yang ke Genewa semuanya dibatalkan, cancelled. Dan kami belum ada informasi sampai kapan,” ujar dia.

Di tengah situasi yang penuh ketidakpastian tersebut, Mugiyanto berharap ketegangan antara Iran dan AS-Israel dapat segera mereda agar rombongannya bisa melanjutkan perjalanan untuk menghadiri Sidang Dewan HAM PBB.

“Kami berharap situasi segera membaik sehingga udara di kawasan Teluk ini, di Qatar, dan negara-negara sekitarnya bisa dibuka kembali, sehingga perjalanan mobilitas orang bisa kembali normal, supaya kami bisa melanjutkan perjalanan menuju ke Jenewa karena kami akan menghadiri sidang Dewan HAM sesi 61 pada hari Senin nanti,” kata dia.

Exit mobile version