Suaranusantara.com- Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI Mechias Mekeng meminta pemerintah untuk mencari sumber dana lain guna membiayai program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Adapun dana MBG menjadi sorotan lantaran dana yang digunakan sangat besar.
Mekeng meminta Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa agar pendanaan MBG tidak diambil dari anggaran pendidikan, melainkan mencari sumber dana lain
Mekeng bahkan mengaku akan melayangkan surat langsung kepada Presiden Prabowo agar anggaran pendidikan tetap aman dan tidak terdampak kebutuhan pendanaan MBG
“Kalau memang program MBG terus dilaksanakan, kami berharap Menteri Keuangan cari sumber pendanaan yang lain, agar program MBG tetap berjalan,” kata Mekeng di Tangerang Selatan, Senin 25 Mei 2026.
Ia menegaskan sektor pendidikan seharusnya tidak menjadi korban pengalihan anggaran untuk program lain, termasuk MBG yang saat ini menjadi salah satu program prioritas pemerintah.
“Mudah-mudahan surat kami bisa diterima dan ditanggapi dengan positif,” ujarnya.
Adapun pemerintah sebelumnya telah memangkas anggaran program Makan Bergizi Gratis tahun 2026 sebesar Rp67 triliun. Anggaran yang semula mencapai Rp335 triliun kini turun menjadi Rp268 triliun.
Purbaya menjelaskan pengurangan anggaran tersebut dilakukan sebagai bagian dari langkah efisiensi dan perbaikan tata kelola program.
“Penghematan-penghematan tertentu sesuai ketentuan Presiden sehingga dana BGN bisa dipakai lebih efisien. Nanti ada penghematan lebih lanjut,” ujar Purbaya.
Menurutnya, pemerintah saat ini masih menghitung formulasi terbaik agar program tetap berjalan efektif tanpa membebani keuangan negara secara berlebihan.
Ia menegaskan kualitas layanan makanan bergizi untuk siswa tetap menjadi prioritas utama.
“Presiden sedang menghitung bagaimana yang terbaik penghematannya tanpa mengganggu efektivitas program itu sendiri dalam hal memberi makan murid-murid sekolah. Yang penting itu,” terang Purbaya.
Di tengah polemik tersebut, realisasi program MBG sendiri sudah berjalan cukup besar. Hingga 30 April 2026, pemerintah mencatat penyaluran anggaran telah mencapai Rp75 triliun atau sekitar 22,4 persen dari total pagu awal Rp335 triliun.
Dana tersebut digunakan untuk menjangkau 61,96 juta penerima manfaat di berbagai wilayah Indonesia. Program MBG juga didukung oleh 27.952 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di sejumlah daerah.


















Discussion about this post