Try Sutrisno Meninggal Dunia, Begini Profil dan Jejak Karirnya Berawal dari TNI hingga Jadi Wapres ke 6 RI

Wapres RI Gibran Rakabuming Raka saat silaturahmi sambangi kediaman Wapres ke 6 RI Try Sutrisno, Rabu 13 Agustus 2025 (instagram @ahmad. Aldi2000)

Wapres RI Gibran Rakabuming Raka saat silaturahmi sambangi kediaman Wapres ke 6 RI Try Sutrisno, Rabu 13 Agustus 2025 (instagram @ahmad. Aldi2000)

Suaranusantara.com- Indonesia pada Senin pagi 2 Maret 2026 pukul 06.58 WIB kehilangan sosok putra terbaiknya, Wakil Presiden (Wapres) ke 6 Jenderal TNI Purn RI Try Sutrisno meninggal dunia.

Try Sutrisno meninggal dunia di RSPAD, dalam usia 90 tahun.

“Jenderal TNI Purn Try Sutrisno wafat Senin, 02 Maret 2026 pkl 06.58 di RSPAD Gatot Soebroto,” ujar eks Kepala RSPAD Gatot Soebroto, Albertus Budi Sulistya, Senin 2 Maret 2026.

Jenazah Try Sutrisno rencananya akan dibawa ke rumah di Jalan Purwakarta No 6, Menteng, Jakarta Pusat

Try Sutrisno sebelum menjabat sebagai Wapres ke 6 RI, merupakan sosok Jenderal TNI Purnawirawan. Berikut profil lengkap Try Sutrisno:

Try Sutrisno lahir di Surabaya pada 1935. Dia menjabat sebagai Wapres ke 6 RI periode 1993 hingga 1998 mendampingi Soeharto yang kala itu menjadi Presiden RI.

Mengawali karir sebagai angkatan, dia menjadi salah satu Wapres yang berasal dari militer. Dia juga merupakan lulusan Akademi Teknik Angkatan Darat pada tahun 1959.

Usai lulus dari Akademi Teknik Angkatan Darat tersebut, Try ditugaskan pertama kali di Kodam IV /Sriwijaya sebagai Dan Ton Zipur.

Selama karier militer, Try pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat pada tahun 1986 hingga 1988 dan Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia pada 1988 hingga 1993.

Kemudian pada tahun 1961, Try menikah dengan Tuti Sutiawati dan dikaruniai 7 orang anak yang terdiri dari 4 orang putra dan 3 orang putri.

Pada tahun 1993, Try Sutrisno dipilih sebagai Wakil Presiden RI melalui Sidang Umum MPR masa bakti 1992 – 1997 mendampingi Soeharto.

Kemudian pada tahun 1998 masa jabatan Try Sutrisno sebagai Wapres berakhir, ia lalu digantikan oleh BJ Habibie pada Sidang Umum MPR 1998.

Exit mobile version