Suaranusantara.com- Wakil Presiden (Wapres) ke 6 RI Jenderal TNI Purn Try Sutrisno, pada Senin pagi 2 Maret 2026 pukul 06.58 WIB menghembuskan nafas di RSPAD, Jakarta.
Kabar duka atas meninggal dunia Try Sutrisno dalam usia 90 tahun disampaikan oleh eks Kepala RSPAD Gatot Soebroto, Albertus Budi Sulistya.
“Jenderal TNI Purn Try Sutrisno wafat Senin, 02 Maret 2026 pkl 06.58 di RSPAD Gatot Soebroto,” ujar pria yang sebelumnya dikenal sebagai dokter kepresidenan tersebut lewat pesan singkat, Senin 2 Maret 2026.
Kabar duka juga dikonfirmasi oleh Menteri Sekretariat Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi.
“Kita berdukacita sangat mendalam. Saya sudah minta RSPAD garnisun Setneg untuk memberikan atensi terbaik,” kata Prasetyo saat dikonfirmasi, Senin 2 Maret 2026.
Rencananya, jenazah Try Sutrisno akan dibawa ke rumah di Jalan Purwakarta No 6, Menteng, Jakarta Pusat.
Try Sutrisno, namanya bukan hanya dikenal sebagai sosok Wapres ke 6 RI, melainkan dirinya merupakan pahlawan yang membangkitkan prestasi bulutangkis Indonesia.
Diketahui, Try Sutrisno memiliki peranan penting dalam prestasi bulutangkis, termasuk dua medali emas Olimpiade 1992.
Kepergian Wapres ke-6 RI Try Sutrisno turut membuat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) kehilangan besar. Pasalnya, sejumlah prestasi dunia pernah terjadi di era Try Sutrisno.
Try Sutrisno pernah menjabat Ketum PBSI 1985-1993. Saat itu ia juga merangkap Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) pada tahun 1985.
Di era kepemimpinan Try Sutrisno, banyak atlet bulu tangkis meraih gelar internasional. Termasuk All England dan emas Olimpiade.
Indonesia pernah mendominasi juara All England di tunggal putri lewat Susi Susanti pada 1990, 1991, dan 1993.
Selain itu, Indonesia untuk kali pertama mampu meraih medali emas di Olimpiade 1992.
Olimpiade Barcelona 1992 menjadi momen penting dalam sejarah olahraga Indonesia karena dua emas perdana hadir di sana. Ada peran besar Try Sutrisno di balik keberhasilan itu.
Dua medali emas Indonesia masing-masing disumbang tunggal putri Susy Susanti dan tunggal putra Alan Budikusuma.
Tak hanya sukses meraih emas, tim Merah Putih juga membawa dua medali perak dan satu perunggu di Barcelona.
Tunggal putra Ardy Wiranata dan ganda putra Eddy Hartono/Rudy Gunawan sukses merebut medali perak. Sedangkan tunggal putra Hermawan Susanto menyumbang perunggu.
Sebelum Olimpiade 1992, Indonesia tidak pernah mendapat medali emas. Prestasi terbaik hanya medali perak yang diraih pada Olimpiade 1988 lewat cabang panahan.
Try Sutrisno ingat betul kesuksesan tim bulutangkis Indonesia yang meraih dua medali emas, dua medali perak, dan satu medali perunggu di Barcelona.
Ia juga tak bisa lupa dengan pesan Presiden Republik Indonesia saat itu, Soeharto.
“Presiden [Soeharto] hanya mengatakan, ‘Do the best’.’ Kepada PBSI, beliau hanya meminta satu saja medali emas dari Olimpiade Barcelona. Pak Harto melihat dari Bulutangkis, harapan untuk mendapatkan medali emas itu bisa dicapai,” kata Try Sutrisno kepada awak media pada 8 Mei 2018.


















Discussion about this post