Suaranusantara.com- Korban meninggal dunia kecelakaan kereta api yang terjadi pada Senin malam 27 April 2026 di Stasiun Bekasi Timur, antara KA Argo Bromo vs KRL kembali bertambah.
Korban meninggal dunia bertambah satu orang atas nama Mia Citra, warga Tambun, Bekasi. Mia sebelumnya sempat dirawat di RSUD Bekasi, Jawa Barat.
Sebelum dirawat, Mia sempat terjebak dalam himpitab besi ringsek akibat diseruduk KA Argo Bromo selama 10 jam.
Lalu pada Selasa 28 April 2026, Mia berhasil dievakuasi petugas dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan medis.
Sayang, pada Rabu 29 April 2026, Mia Citra menghembuskan nafas. Dengan demikian korban meninggal dunia atas kecelakaan kereta api menjadi total 16 jiwa.
Kabar meninggal dunia korban kecelakaan kereta dikonfirmasi oleh pihak keluarga Mia.
“Tadi saya dapat kabar jam 08.30, katanya dia (Mia) ngedrop. Pas saya ke sini jam 10.00 WIB, sudah meninggal,” ujar Ika, anggota keluarga Mia, di RSUD Kota Bekasi, Rabu 29 April 2026.
Sayangnya, Ika mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab meninggalnya Mia. Rencananya, jenazah akan dibawa terlebih dahulu ke rumah duka di Tambun Selatan sebelum dipulangkan ke kampung halamannya di Ngawi.
“Jenazah mau dibawa ke Tambun dulu. Terus nanti akan dibawa pulang kampung ke Ngawi,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama RSUD Kota Bekasi, Ellya Niken Prastiwi, mengungkapkan bahwa hingga saat ini terdapat empat korban meninggal yang ditangani di rumah sakit tersebut.
Sebelumnya, Nuryati, Nurlaela, dan Enggar Retno Krisjayanti lebih dulu meninggal pada Senin malam. Lalu pada hari ini Rabu, bertambah satu orang meninggal dunia.
“Per hari ini, pasien yang ada di tempat kami adalah 22 orang. Satu baru datang tadi pagi, dan di ICU ada tiga. Yang satu barusan meninggal,” kata Niken.
Ia menjelaskan, sebanyak 22 pasien tersebut merupakan korban dengan kondisi pascaoperasi dari total 55 korban yang sempat dirujuk ke RSUD Kota Bekasi.
Para pasien yang kondisinya membaik telah dipulangkan secara bertahap sejak hari pertama kejadian.
“Yang lainnya sudah bisa pulang bertahap dari hari pertama, karena dianggap sudah bisa dirumahkan dan nanti kontrol untuk rawat jalan,” ujarnya.
Adapun kecelakaan terjadi pada Senin malam di mana KRL jurusan Jakarta-Cikarang sebelumnya menemper taksi Green SM. KRL pun terhenti.
Namun, dari arah belakang KRL, KA Argo Bromo jurusan Jakarta-Surabaya melaju. Alhasil, KA Argo Bromo langsung menghantam dan merobek gerbong KRL khusus perempuan.
Kecelakaan ini menelan sebanyak total 106 orang dan semuanya adalah perempuan. Sebanyak 106 di antaranya 16 orang dinyatakan meninggal setelah mendapatkan perawatan, sementara 90 lainnya mengalami luka-luka.
Adapun seluruh 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan selamat.

















Discussion about this post