Prabowo Undang SBY ke Istana, AHY Ungkap Isi Pertemuan

Momen pertemuan antara Presiden RI Prabowo Subianto dengan Presiden ke 6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada Selasa 3 Maret 2026 (Instagram @agusyudhoyono)

Momen pertemuan antara Presiden RI Prabowo Subianto dengan Presiden ke 6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada Selasa 3 Maret 2026 (Instagram @agusyudhoyono)

Suaranusantara.com- Presiden RI Prabowo Subianto diketahui pada Selasa 3 Maret 2026 mengundang Presiden dan Wakil Presiden (Wapres) terdahulu, salah satunya Presiden ke 6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Dalam pertemuan itu, Prabowo dan SBY membahas soal konflik yang melanda Timur Tengah menyusul serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran yang terjadi pada Sabtu 28 Februari 2026.

Pertemuan yang berlangsung 3,5 jam di Istana Kepresidenan, Jakarta itu SBY mendukung penuh Presiden Prabowo dalam mencari solusi permasalah kompleks, termasuk respons atas konflik Timur Tengah.

“Beliau paham tidak mudah, sekali lagi, mungkin yang paling tahu kompleksitas pengambilan kebijakan tertinggi ya beliau-beliau yang pernah menjadi presiden,” kata Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) kepada wartawan di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu 4 Maret 2026.

Menurut AHY, setiap presiden memiliki tantangan yang berbeda-beda. Namun, sering kali ujungnya sama yaitu kondisi dilematis dan dihadapkan kondisi yang tak mudah.

“Di satu sisi kita punya kepentingan nasional, punya kepentingan yang harus kita perjuangkan karena demi rakyat dan demi negara kita. Bisa bicara kedaulatan, bisa bicara keamanan, bisa bicara kesejahteraan untuk rakyat kita sendiri,” kata AHY.

Menurutnya, Indonesia dihadapkan dengan kepentingan nasional yang harus dijaga, apalagi denga 280 juta penduduknya.

Tapi di sisi lain punya tanggung jawab sebagi warga global yang perannya selalu diharapkan.

Dalam pertemuan tersebut, kata AHY, SBY berpesan kepada Prabowo untuk tetap menjaga stabilitas nasional, seperti fiskal, ekonomi, pangan, dan energi.

“Jadi Pak SBY juga mengingatkan atau menyampaikan pesan penguatan kepada Bapak Presiden Prabowo agar terus kokoh memastikan fiskal kita, ekonomi kita aman, energi kita aman, pangan kita aman, tapi juga kemudian kita selalu berupaya untuk turut bersama bangsa-bangsa lainnya mencari solusi agar terjadi perdamaian segera,” tuturnya.

Exit mobile version