Di Tengah Meroketnya Harga Minyak Dunia, Bahlil Buka Opsi Kebijakan WFH seperti Filipina

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia bicara soal stok BBM RI di tengah konflik panas Timur Tengah (Instagram @bahlillahadalia)

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia bicara soal stok BBM RI di tengah konflik panas Timur Tengah (Instagram @bahlillahadalia)

Suaranusantara.com- Harga minyak dunia tengah mengalami lonjakan akibat perang yang terjadi di Timur Tengah, terbaru Amerika Serikat (AS)-Israel vs Iran.

Alhasil, sejumlah negara memberlakukan kebijakan guna efesiensi bahan bakar minyak (BBM). Filipina menjadi salah satu negara yang memberlakukan efisiensi BBM dengan menerapkan Work From Home (WFH).

Di mana, Filipina hanya memberlakukan penerapan empat hari kerja.

Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengatakan tak menutup kemungkinan pemerintah Indonesia juga menerapkan hal serupa yakni WFH demi efisiensi BBM.

Hal ini disampaikan Bahlil saat menjawab pertanyaan terkait apakah Indonesia ikut mengambil langkah seperti Filipina.

“Di kita, lagi sedang kita melakukan exercise, semua alternatif-alternatif yang akan kita pakai untuk kebaikan negara kita, sekaligus untuk mendorong efisiensi pemakaian bahan bakar,” ujar Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis 12 Maret 2026.

Kendati demikian, Bahlil belum bisa memutuskan kebijakan tersebut. Namun, yang jelas pemerintah terus berupaya mencari alternatif lain.

“Tapi belum ada keputusan yang pasti, karena semua alternatif dalam kondisi yang tidak stabil begini. Harus kita mencari berbagai alternatif-alternatif,” ujar Bahlil di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis 12 Maret 2026.

Pada dasarnya, ia menyatakan pemerintah mendorong efisiensi pemakaian bahan bakar.

Filipina sebelumnya telah menerapkan empat hari kerja untuk seluruh masyarakat buntut perang Iran vs AS dan Israel.

Presiden Filipina Ferdinand “Bongbong” Marcos Jr. mengatakan keputusan ini untuk meringankan dampak ekonomi yang dialami Filipina dari konflik Timur Tengah tersebut.

“Kita adalah korban perang yang bukan kemauan kita,” kata Bongbong dalam pernyataan pada Jumat 6 Maret 2026, seperti dikutip AFP.

Langkah ini diambil pemerintah Filipina guna melindungi rakyat.

“Tapi kita memegang kendali atas perlindungan terhadap rakyat Filipina,” sambungnya.

Adapun keputusan WFH itu diberlakukan sejak Senin 9 Maret 2026 dan dimulai dari kantor-kantor pemerintah.

Meski begitu, kebijakan ini tidak berlaku pada pekerja layanan publik, termasuk polisi dan pemadam kebakaran.

Harga BBM Filipina diperkirakan meroket buntut ditutupnya Selat Hormuz.

Iran menutup selat vital tersebut sejak Minggu 1 Maret 2026 dan menyatakan akan menyerang kapal apa pun yang melintas, kecuali milik China dan Rusia.

Adapun sejumlah negara lain seperti
Pakistan, Thailand, Bangladesh, dan Vietnam serentak mengumumkan langkah-langkah darurat untuk menekan konsumsi bahan bakar dan listrik di tengah lonjakan harga yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Di Vietnam misalnya, Kementerian Perdagangan meminta pelaku usaha mendorong karyawan mereka untuk bekerja dari rumah guna menghemat konsumsi bahan bakar.

Pemerintah juga menyerukan agar masyarakat tidak menimbun atau berspekulasi soal bahan bakar.

Vietnam termasuk negara yang paling terdampak oleh gangguan pasokan akibat perang Iran, mengingat ketergantungan yang tinggi pada impor energi dari Timur Tengah.

Contoh lainnya, di Pakistan, seluruh sekolah akan tutup selama dua minggu, berdampak pada sekitar 40 juta siswa.

Perguruan tinggi dan universitas beralih ke kuliah daring selama periode yang sama. Kantor pemerintah, kecuali perbankan, hanya akan beroperasi empat hari dalam sepekan, dengan separuh pegawai negeri bekerja dari rumah.

Jatah bahan bakar untuk kendaraan dinas dipangkas setengahnya selama dua bulan, dengan pengecualian hanya berlaku untuk ambulans dan bus umum. Pembelian kendaraan dinas baru juga ditangguhkan hingga Juni 2026.

Exit mobile version