Fahri Hamzah Ingatkan Saiful Mujani Soal Pernyataan Ajakan Demo Gulingkan Prabowo: Harusnya Bicara Dalam Wadah Konstitusional

Fahri Hamzah bicara soal pernyataan Saiful Mujani untuk jatuhkan Presiden RI Prabowo Subianto (Instagram @tvrinasional)

Fahri Hamzah bicara soal pernyataan Saiful Mujani untuk jatuhkan Presiden RI Prabowo Subianto (Instagram @tvrinasional)

Suaranusantara.com- Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gelora yang juga Wakil Menteri (Wamen) Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Fahri Hamzah merespon soal pernyataan Saiful Mujani terkait ajakan demo guna menggulingkan Presiden RI Prabowo Subianto.

Fahri merespon dengan menyarankan agar Saiful dalam menyampaikan pendapat sesuai dengan konsep konstitusional.

Fahri pun tak mengizinkan diberikan ruang untuk tindakan inkonstitusional. Sebab, bisa berbahaya.

“Jadi kita menyarankan agar kita bicara dalam konsep demokrasi konstitusional. Jangan kasih izin dan ruang kepada tindakan inkonstitusional. Sebab itu nanti berbahaya,” sebut Fahri, Senin 6 April 2026.

Fahri menjelaskan tindakan inkonstitusional banyak wujudnya. Namun, yang jelas kondisi negara dan dunia yang butuh persatuan dan kesatuan.

“Kalau semua orang boleh mengizinkan terjadinya tindakan inkonstitusional, ya negara kita lagi kayak begini, dunia lagi kacau, kita lagi memerlukan kesepahaman dan kesepakatan, harusnya kita bicara dalam wadah konstitusional,” ucapnya.

Dalam sistem konstitusi, kata Fahri, Presiden bukan satu-satunya pemegang kekuasan. Menurut Fahri, ada cabang kekuasaan lain yang juga bisa ditagih sebagai bagian tanggung jawab kolektif negara kepada masyarakat.

Untuk itu, Fahri meminta Saiful introspeksi diri dalam berbicara. Terlebih demokrasi sudah dibangun sejak lama.

Apabila timbul kekacauan maka seluruh rakyat bisa repot.

“Saya kira apa namanya, kawan-kawan itu sepakat itulah. Apa lagi kalau yang aktivis, setengah mati loh kita membangun demokrasi kita. Kalau kita mengizinkan kekacauan kembali kan nanti repot. Ya, tolong introspeksi jugalah ya,” sebut Fahri.

Fahri mengingatkan bahwa sebagai masyarakat, haruslah kompak dan bersatu. Fahri juga menyinggung soal kebijakan pemerintah menyusul penghematan BBM imbas perang Timur Tengah.

“Dunia lagi tidak mengizinkan kita untuk macam-macam lah ya. Dunia lagi memerlukan kita untuk kompak bersatu. Apalagi kalau kita bicara Pak Prabowo, kan tidak ada niatnya yang tidak baik. Semua ini kan untuk masyarakat. Tapi kalau beliau bilang ada penghematan dan sebagainya, ya itu kita adjust lah. Kan memang faktanya juga ada banyak kebocoran dan keborosan di mana-mana. Dan itu saja yang kita perlu perbaiki. Kan baik semua niat itu,” imbuhnya.

Adapun pernyaatan Saiful Mujani selaku pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang beredar dalam sebuah video itu viral di media sosial.

Di mana Saiful menyatakan pernyataan yang dinilai ajakan untuk demo bertujuan menjatuhkan Prabowo.

Saiful Mujani menyatakan selama setahun lebih kepemimpinan Prabowo, sang Kepala Negara dinilai sudah tidak lagi menunjukkan sikap “presidential” karena dianggap tertutup terhadap kritik dan masukan publik.

Menurut Saiful Mujani, dengan konsolidasi itulah bisa menjatuhkan Prabowo. Dengan demikian, bisa menyelematkan bangsa.

“Yang jalan hanya ini. Bisa nggak kita mengkonsolidasikan diri untuk menjatuhkan Prabowo. Hanya itu, kalau nasihati Prabowo nggak bisa juga. Bisanya hanya dijatuhkan. Itulah menyelamatkan, bukan menyelamatkan Prabowo tapi menyelamatkan diri kita dan bangsa ini,” jelas Saiful Mujani dalam video yang beredar, dilihat Senin 6 April 2026.

Exit mobile version