Suaranusantara.com- Politikus Golkar, Firman Soebagyo menanggapi seruan ajakan pengamat politik senior, Saiful Mujani untuk menjatuhkan Presiden RI Prabowo Subianto.
Saiful menyampaikan ajakan itu saat acara forum halalbihalal bertajuk “Sebelum Pengamat Ditertibkan” yang berlangsung di Utan Kayu, Jakarta Timur, pada 31 Maret 2026.
Pidato itu disampaikan di hadapan akademisi dan pegiat demokrasi seperti Feri Amsari, Ray Rangkuti, dan Islah Bahrawi.
Kata Saiful menegaskan selama kepemimpinan Prabowo dalam setahun lebih ini, sang Kepala Negara tidak lagi menunjukkan sikap “presidential” karena dianggap tertutup terhadap kritik dan masukan publik.
“Yang jalan hanya ini. Bisa nggak kita mengkonsolidasikan diri untuk menjatuhkan Prabowo. Hanya itu, kalau nasihati Prabowo nggak bisa juga. Bisanya hanya dijatuhkan. Itulah menyelamatkan, bukan menyelamatkan Prabowo tapi menyelamatkan diri kita dan bangsa ini,” jelas Saiful Mujani dalam video yang beredar, dilihat Senin 6 April 2026.
Firman mengatakan pernyataan Saiful itu berpotensi menimbulkan kegaduhan dan kontroversi di hadapan publik.
Padahal, kata Firman, Saiful yang notabene sebagai pendiri lembaga survei, akademisi seharusnya bisa lebih berhati-hati dalam berbicara.
Pernyataan Saiful, kata Firman provokatif dan berisiko ditafsirkan sebagai ajakan makar.
“Harus berhati-hati dalam berbicara di hadapan publik, apalagi sebagai tokoh lembaga survei yang sudah sangat senior,” kata Firman, Minggu 5 April 2026.
Firman menegaskan, proses pemakzulan presiden tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Mekanisme tersebut telah diatur ketat dalam Undang-Undang Dasar 1945.
“Presiden hanya dapat dimakzulkan jika terbukti melakukan pelanggaran hukum berat, dan itu harus melalui tahapan di DPR, Mahkamah Konstitusi, hingga MPR,” jelasnya.
Terkait wacana pergantian kepemimpinan nasional, Firman menyampaikan pandangan pribadinya secara tegas. Ia menilai, jika Presiden Prabowo digantikan, belum tentu kondisi akan menjadi lebih baik.
“Tidak akan lebih baik,” tegasnya.
Selain itu, Firman juga menyinggung spekulasi publik terkait motif di balik pernyataan Saiful Mujani. Ia menyebut, sebagian pihak mempertanyakan apakah pernyataan tersebut terkait kepentingan tertentu, termasuk upaya meningkatkan posisi tawar.
“Ini juga menjadi pertanyaan publik,” pungkasnya.


















Discussion about this post