Bukan Sekedar Efisiensi Energi, Ini Manfaat WFH ASN Setiap Jumat Bagi Kesehatan Lingkungan Pakar Beberkan

Kebijakan WFH akan segera diumumkan hari ini Selasa 31 Maret 2026 (Instagram @moncongpublik)

Kebijakan WFH akan segera diumumkan hari ini Selasa 31 Maret 2026 (Instagram @moncongpublik)

Suaranusantara.com- Aparatur Sipil Negara (ASN) per Jumat 10 April 2026 mulai menerapkan kebijakan sistem bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH).

WFH ASN penerapannya dilakukan setiap Jumat, baik itu di pusat maupun daerah. Adapun pemerintah memberlakukan kebijakan WFH ASN sebagai upaya efisiensi energi di tengah ketidakpastian global akibat perang Timur Tengah antara Amerika Serikat (AS)-Israel vs Iran.

Namun, tahukah kamu kalau ternyata WFH ASN bukan sekedar efisiensi energi saja, melainkan ada dampak positif lainnya bagi lingkungan.

Adanya WFH ASN yang diberlakukan setiap Jumat, dapat menurunkan paparan polusi udara. Polusi udara, penyumbang salah satunya adalah mobilisasi tinggi melalui asap kendaraan bermotor.

“Ada temuan yang menunjukkan manfaat kesehatan fisik dan lingkungan karena adanya WFH ini menurunkan paparan polusi udara PM2.5 dan NO2. Umumnya, paparan polusi udara ini akibat mobilisasi, naik motor, kemacetan, dan sebagainya,” kata dokter ahli kesehatan lingkungan Dicky Budiman, dikuti Senin 13 April 2026.

Dengan menurunnya paparan polusi udara, maka akan turun pula risiko penyakit kardiovaskular dan masalah pernapasan seperti asma.

“Di sisi lain juga berkontribusi terhadap planetary health (kesehatan planet) karena emisi karbon transportasi yang menurun signifikan di kota besar. Ini terlihat juga waktu pandemi di New Delhi, India kan polusinya tinggi, akhirnya jadi lebih jernih langitnya (setelah WFH),” kata Dicky.

Tak henti di situ, WFH juga berkaitan dengan peningkatan produktivitas berbasis kesehatan.

Dengan waktu yang lebih fleksibel, individu dengan kondisi kronis seperti diabetes dan hipertensi cenderung lebih mampu mengelola terapi dan pola hidup sehat.

“Bicara WFH kalau manfaat dari sisi kesehatan, ada, tentu ini didukung oleh literatur. Namun, bersifat kontekstual. Artinya, bergantung pada desain kebijakan dan kondisi dari sisi individu,” kata Dicky.

Ahli kesehatan masyarakat itu menambahkan, WFH juga bisa menurunkan risiko penularan penyakit.

“Kalau bicara manfaat, ada pengurangan potensi penularan penyakit menular. Seperti di masa pandemic, WFH efektif menurunkan transmisi atau penularan penyakit saluran pernapasan seperti COVID-19 dan influenza,” jelasnya.

Selain menurunkan risiko penularan penyakit, WFH juga memiliki manfaat dari sisi kesehatan mental. Dengan adanya fleksibilitas waktu, maka akan menurunkan stres pada individu.

“Karena dia jadi tidak harus buru-buru, pagi-pagi desak-desakan dan sebagainya. Jadi, menurunkan stress terkait perjalanan dan tekanan kerja,” kata Dicky.

Studi meta analisis di 2023 dan 2024 juga menunjukkan bahwa WFH bisa menurunkan burnout ringan hingga sedang karena dapat meningkatkan keseimbangan dunia kerja dan kehidupan pribadi (work life balance).

Exit mobile version