Rupiah Tembus Rp17.300, DPR: Alarm Bahaya bagi Stabilitas Ekonomi Nasional

Ilustrasi uang rupiah dan AS (Dok iStock)

Suaranusantara.com – Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKB, Bertu Merlas, menyoroti nilai tukar rupiah yang kini menembus level Rp17.300 per dolar AS.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi alarm bahaya bagi stabilitas ekonomi nasional.

Karena itu, Bertu mendesak pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus meredam potensi inflasi akibat pelemahan mata uang.

“Kondisi rupiah saat ini harus menjadi alarm bagi pemerintah. Pelemahan ini berdampak langsung pada kenaikan harga barang impor dan biaya produksi. Jika harga barang naik sementara pendapatan masyarakat stagnan, daya beli akan terpuruk,” ujar Bertu di Jakarta, Jumat (24/4/2026).

Ia memperingatkan, pelemahan rupiah berpotensi menimbulkan efek domino berupa kenaikan biaya produksi bagi industri yang bergantung pada bahan baku impor.

Jika tidak segera dimitigasi, beban biaya tersebut akan dialihkan kepada konsumen melalui kenaikan harga barang jadi yang pada akhirnya menggerus kesejahteraan masyarakat.

Legislator asal Sumatera Selatan itu menegaskan, pemerintah tidak boleh membiarkan inflasi lepas kendali.

Menurutnya, inflasi tinggi di tengah pelemahan rupiah akan semakin memperberat beban hidup masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah.

“Tanpa intervensi pemerintah untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok, risiko ketidakstabilan sosial ekonomi akan semakin terbuka lebar,” pungkasnya.

Exit mobile version