Suaranusantara.com – Kenaikan harga kedelai dalam beberapa waktu terakhir mulai berdampak langsung pada pelaku usaha kecil, khususnya pengrajin keripik tempe rumahan di Jakarta Selatan.
Lonjakan harga bahan baku ini, memaksa pelaku usaha menaikkan harga jual demi menjaga keberlangsungan produksi.
Kondisi ini disebut, dipicu oleh eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah yang turut memengaruhi rantai pasok global, termasuk komoditas kedelai dan bahan pendukung seperti plastik kemasan.
Para pelaku usaha mengaku kenaikan harga bahan baku tidak hanya menekan biaya produksi, tetapi juga berdampak pada strategi penjualan. Penyesuaian harga menjadi langkah yang tak terhindarkan untuk menutup biaya operasional.
Salah satu pengrajin keripik tempe, Sandi, mengungkapkan bahwa lonjakan harga kedelai memberikan dampak signifikan terhadap usahanya.
Sandi menyebut, harga jual produk yang sebelumnya berada di angka Rp75 ribu per kilogram kini harus dinaikkan menjadi Rp85 ribu per kilogram.
“Perubahan harga bahan baku cukup terasa. Mau tidak mau kami harus menyesuaikan harga jual supaya produksi tetap berjalan,” kata Sandi saat diwawancarai di lokasi, pada Jum’at (24/4/2026).
Selain kedelai, lanjut Sandi, kenaikan harga juga terjadi pada bahan pendukung seperti plastik kemasan, yang semakin menambah beban biaya produksi. Kondisi ini membuat margin keuntungan semakin tertekan.
Meski demikian, Sandi mengungkapkan, jumlah konsumen masih relatif stabil. Namun, ia mulai merasakan adanya penurunan daya beli masyarakat, meski belum signifikan.
“Masih ada pembeli, tapi memang mulai terasa ada sedikit penurunan,” ungkapnya.
Fenomena ini menunjukkan, bahwa pelaku UMKM menjadi salah satu pihak yang paling cepat merasakan dampak dari gejolak ekonomi global.
Kenaikan harga bahan baku memaksa pelaku usaha berada dalam posisi sulit: antara menjaga harga agar tetap terjangkau atau mempertahankan keberlangsungan usaha.
Di sisi lain, kondisi ini juga berpotensi berdampak lebih luas jika daya beli masyarakat terus melemah. Penyesuaian harga yang dilakukan pelaku usaha bisa menjadi sinyal awal tekanan ekonomi yang lebih besar di tingkat konsumsi. (IF)


















Discussion about this post