Suaranusantara.com- Sepekan sudah kecelakaan kereta api antara KA Argo Bromo vs KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam 27 April 2026. Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) hingga kini masih melakukan investigasi mengusut penyebab kecelakaan itu terjadi.
Di luaran sana, muncul berbagai spekulasi penyebab kecelakaan kereta api yang menewaskan sebanyak 16 korban jiwa dan 90 an luka-luka itu.
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengatakan, KNKT terus melakukan investigasi secara menyeluruh dengan berbasis data di lapangan.
“Proses investigasi KNKT dilakukan secara menyeluruh, objektif, dengan mengumpulkan fakta dan informasi di lapangan, mempertimbangkan berbagai hal serta analisis komprehensif,” ujar Dudy dalam keterangan, Senin 4 Mei 2026.
Untuk itu, Dudy mengimbau semua pihak menghormati proses investigasi yang tengah berlangsung.
Pemerintah, kata dia, tidak ingin mengambil kesimpulan dini sebelum seluruh data dan temuan dianalisis secara utuh.
“Untuk itu, mari kita sama-sama hormati proses tersebut dan tunggu hasil investigasi untuk mengetahui secara pasti penyebab terjadinya kecelakaan,” ucapnya.
Di sisi lain, KNKT terus mengembangkan penyelidikan, termasuk melalui simulasi sistem persinyalan kereta api.
Langkah ini dilakukan untuk menelusuri kemungkinan penyebab teknis, terutama terkait cara kerja dan respons sinyal saat kejadian.
Simulasi tersebut menjadi bagian dari rangkaian investigasi pascainsiden tabrakan antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di kawasan Bekasi Timur. Hingga kini, sejumlah tahapan lain juga masih berjalan.
Sebelumnya, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mendalami penyebab kecelakaan kereta api yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur.
Saat ini, tim investigator telah diterjunkan ke lokasi kejadian guna mengumpulkan bukti-bukti teknis di lapangan terkait persinyalan kereta.
Fokus penyelidikan mengarah pada sejumlah aspek krusial yaitu kondisi perangkat sistem komunikasi dan pengaturan lalu lintas kereta sebelum kecelakaan.
Humas KNKT Arief mengatakan, pihaknya tengah membedah berbagai kemungkinan faktor penyebab terjadinya kecelakaan. Salah satunya terkait fungsi perangkat teknis di area stasiun tersebut.
“Untuk saat ini tim investigator masih melakukan investigasi ke lapangan. Persinyalan juga salah satu aspek yang sedang didalami,” kata Arief saat dihubungi, Kamis (30/4).
Selain pemeriksaan fisik pada sarana dan prasarana, KNKT juga berencana menggali keterangan dari sejumlah saksi kunci. Meski demikian, proses pengambilan keterangan dari awak sarana perkeretaapian masih menunggu waktu yang tepat.
