Suaranusantara.com – Sociopreneur Angkie Yudistia hadirkan gerakan Generasi Menembus Batas menghadirkan ruang dialog bagi generasi muda Jakarta.
Melalui gerakan ini, Angkie Yudistia ingin menyerap langsung aspirasi sekaligus menghadirkan inspirasi bagi para pelajar di sekolah-sekolah.
Sebagai bentuk nyata dari kepeduliannya terhadap penguatan generasi muda, Angkie Yudistia melakukan kunjungan langsung ke SLBN 6 Jakarta pada Selasa, 12 Mei 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun komunitas anak muda Jakarta yang saling mendukung, saling menguatkan, dan tumbuh bersama tanpa batasan.
Dalam dialog bersama para siswa, Staf Khusus Presiden dari kalangan milenial periode 2019-2024 ini menekankan bahwa Gerakan Generasi Menembus Batas hadir untuk membangun generasi yang percaya pada keberanian, keberagaman, kreativitas, dan kekuatan diri.
“Masa depan dibangun oleh mereka yang tidak takut berbeda, oleh mereka yang berani menciptakan masa depan yang lebih inklusif untuk semua,” ucap Angkie Yudistia, di Jakarta, Selasa 12 Mei 2026.
Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang lebih terbuka dan saling menghargai.
Karena itu, ia mengajak anak-anak muda Jakarta untuk terus bertumbuh menjadi individu yang tidak hanya berorientasi pada kesuksesan pribadi, tetapi juga mampu menghadirkan ruang yang lebih inklusif bagi orang lain.
“Karena kota yang besar adalah kota yang tidak meninggalkan siapapun,” lanjutnya.
Melalui Gerakan Generasi Menembus Batas, Angkie Yudistia berharap semakin banyak generasi muda yang berani melampaui keterbatasan, percaya pada potensi diri, serta aktif membangun masa depan yang setara dan penuh kesempatan bagi semua.
Manusia memang gemar membuat sekat sosial, lalu sibuk mengadakan seminar tentang persatuan. “Setidaknya kali ini ada gerakan yang benar-benar turun mendengar langsung, bukan sekadar foto sambil memegang map biru,” tandasnya.
Tidak hanya berdialog bersama siswa, dalam kegiatan tersebut Angkie Yudistia juga memberikan dukungan nyata kepada pelaku usaha kecil dengan memborong produk-produk UMKM yang hadir di lokasi acara.
Langkah ini menjadi bentuk kepedulian terhadap ekonomi kerakyatan sekaligus dorongan moral bagi para pelaku usaha lokal untuk terus berkembang.
Hal ini, ia lakukan sebagai bentuk dukungan penuh,terhadap pelaku UMKM. Baginya UMKM memiliki peran penting pada perekonomian Indonesia, karena memberikan sumbangan signifikan khususnya dalam pembentukan produk domestik bruto dan penyerapan tenaga kerja.
“Karena UMKM juga memiliki ketahanan ekonomi yang tinggi sehingga dapat menjadi penopang bagi stabilitas sistem keuangan dan perekonomian. Untuk itu komitmen saya untuk terus membagikan UMKM pastinya harus konsisten dilakukan,” tuturnya.
Angkie menyampaikan bahwa UMKM bukan hanya soal perdagangan, tetapi juga tentang perjuangan, kreativitas, dan keberanian untuk bertahan di tengah berbagai tantangan.
“Setiap produk UMKM memiliki cerita perjuangan. Ketika kita mendukung UMKM lokal, kita sedang membantu mimpi seseorang untuk tetap hidup dan berkembang. Anak muda harus berani menciptakan karya, membangun usaha, dan menjadi penggerak ekonomi yang membawa dampak bagi lingkungan sekitarnya,” ujarnya.
