Yusril Ihza Mahendra Akui Kesulitan Hubungi WNI yang Ditahan Israel

Yusril Ihza Mahendra konfirmasi Jumat sore 7 November 2025 Presiden RI Prabowo Subianto bakal lantik tim Reformasi Polri (instagram @yusrilihzamhd)

Yusril Ihza Mahendra konfirmasi Jumat sore 7 November 2025 Presiden RI Prabowo Subianto bakal lantik tim Reformasi Polri (instagram @yusrilihzamhd)

Suaranusantara.com- Pemerintah Indonesia mengakui masih mengalami kendala dalam melacak keberadaan sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang diduga ditahan tentara Israel saat mengikuti misi kemanusiaan menuju Gaza, Palestina.

Kesulitan tersebut disebut berkaitan dengan tidak adanya hubungan diplomatik resmi antara Indonesia dan Israel, sehingga ruang komunikasi langsung menjadi terbatas.

Menko Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra mengatakan hingga saat ini pemerintah masih berupaya menelusuri keberadaan para WNI tersebut.

Ia menjelaskan Kementerian Luar Negeri telah bergerak melakukan langkah-langkah proaktif.

“Dan sampai hari ini kita ketahui bahwa masih dalam keadaan sulit untuk menghubungi dua [sembilan] orang itu tapi Kementerian Luar Negeri juga telah melakukan satu langkah-langkah proaktif untuk mencari keberadaan mereka dan membebaskan mereka,” ucap Yusril saat ditemui di Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Selasa (19/5/2026).

Di sisi lain, Yusril menyampaikan keprihatinan pemerintah atas tindakan yang dilakukan terhadap WNI tersebut, terlebih mereka berada dalam misi kemanusiaan untuk membantu warga terdampak konflik di Gaza.

“Pemerintah sangat prihatin dan menyesalkan apa yang dilakukan oleh tentara Israel terhadap Warga Negara Indonesia, khususnya para wartawan yang melintasi perairan internasional untuk melakukan kegiatan kemanusiaan membantu para korban konflik yang terjadi di Gaza,” kata dia.

Sebagai langkah lanjutan, pemerintah akan memanfaatkan jalur diplomasi internasional dan kerja sama melalui negara ketiga.

“Tapi kita tentu akan mengambil upaya-upaya diplomatik dan upaya-upaya hukum melalui negara ketiga dan badan Internasional untuk melindungi warga negara kita yang diculik oleh tentara Israel itu,” pungkasnya.

Exit mobile version