Cerita Prabowo Saat Lontang-lantung Dibantu Megawati Soekarnoputri

Presiden RI Prabowo Subianto gelar pertemuan dengan Presiden ke 5 RI Megawati Soekarnoputri (Instagram @sekretariat.kabinet)

Presiden RI Prabowo Subianto gelar pertemuan dengan Presiden ke 5 RI Megawati Soekarnoputri (Instagram @sekretariat.kabinet)

Suaranusantara.com- Presiden RI Prabowo Subianto saat pidato Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) RAPBN 2027 dalam Rapat Paripurna ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu 20 Mei 2026 menceritakan bahwa dirinya pernah dibantu oleh Presiden ke 5 RI Megawati Soekarnoputri.

Prabowo mengaku dibantu Megawati saat dirinya belum berkuasa, dalam kondisi lontang-lantung.

Mulanya, Prabowo bercerita mengenai sejumlah menteri yang meminta arahan terkait keterlibatan kader PDI Perjuangan dalam tender proyek pemerintah.

Menurut Prabowo, dirinya menegaskan bahwa semua pihak, termasuk kader PDIP, tetap memiliki hak yang sama mengikuti tender meski partainya berada di luar koalisi pemerintahan.

“Banyak menteri minta petunjuk, ‘Pak ini bagaimana? Ada proyek, ada tender, tetapi di belakangnya PDIP.’ Namun apa jawaban saya? Tidak ada masalah. Kalau dia menang, dia menang saja. Jangan kita lihat latar belakangnya,” kata Prabowo.

Lalu, Prabowo mengungkap pengalaman pribadinya saat belum menjabat presiden. Di mana, dirinya pernah dibantu Megawati agar proyek yang dimenangkannya melalui tender tidak diganggu.

“Kalau memang Prabowo yang menang tender itu jangan diganggu, diteruskan,” ujar Prabowo menirukan pernyataan Megawati.

Menurut Prabowo, sikap tersebut menjadi pelajaran penting baginya dalam menjalankan pemerintahan secara profesional tanpa membedakan latar belakang politik.

“Saya sekarang mengikuti contoh beliau. Saya sekarang presiden, tidak boleh kita lihat latar belakang politik. Kalau dia benar, dia menang dengan benar, harus kita berikan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mengapresiasi sikap PDI Perjuangan yang memilih berada di luar pemerintahan dengan menjadi penyeimbang.

Ia menilai langkah tersebut penting untuk menjaga mekanisme check and balances dalam demokrasi.

Prabowo menyebut kritik keras yang kerap disampaikan PDIP justru menjadi pengingat bagi pemerintah agar tetap berjalan di jalur yang benar.

“Kadang-kadang kritiknya keras sekali, tapi saya sadar mungkin ada dasarnya. Kalau orang mengingatkan kita, walaupun kita tidak suka, sebenarnya dia menyelamatkan kita. Jadi saya terima kasih,” kata Prabowo.

Exit mobile version