Nasihati Siswa SRMP, Prabowo: Jangankan Kamu, Presiden pun Sering Diejek Tetaplah Teguh

Momen Presiden RI Prabowo saat memeluk salah satu siswa SRMP 17 Tabanan Bali, Minggu 7 Juni 2026 (Instagram @sekretariat.kabinet)

Momen Presiden RI Prabowo saat memeluk salah satu siswa SRMP 17 Tabanan Bali, Minggu 7 Juni 2026 (Instagram @sekretariat.kabinet)

Suaranusantara.com- Presiden RI Prabowo Subianto menceritakan pengalamannya yang mengalami bully atau ejekan sejak duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) bahkan sampai sekarang meski telah menjadi Kepala Negara. Prabowo menceritakan pengalamannya itu, saat kunjungan ke Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali Minggu 7 Juni 2026.

Prabowo mulanya melakukan interaksi kepada salah satu siswa di sana bernama Gede Bagus Abimanyu yang merupakan anak seorang penatu yang ditinggal ayah sejak kecil.

Dalam kesempatan itu, Prabowo memberi nasihat kepada para siswa dalam menghadapi bully atau ejekan.

Kata Prabowo dalam menghadapi bully, harus memiliki hati yang teguh dan membalas dengan santun.

Bagus bercerita bahwa dirinya saat duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) pernah dibully atau diejek oleh teman-temannya.

“Saya sering mendapatkan ejekan dari teman-teman karena saya dulu anak yang pendiam dan tidak terlalu suka berkumpul dengan teman-teman,” kata Gede Bagus, di hadapan Prabowo, dikutip dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Minggu 7 Juni 2026.

Akibat bully an itu, Bagus mengaku hampir putus asa dan tidak masuk sekolah beberapa hari.

Namun, sejak masuk SRMP, kondisinya mulai berubah. Selama di Sekolah Rakyat, ia banyak belajar disiplin, bertanggung jawab, dan mandiri dengan teman-teman satu sekolah.

“Dan sekarang saya mendapatkan jalan dari Tuhan yaitu menjadi salah satu anggota dari organisasi sekolah yaitu Duta Anti-Bullying. Saya harap dengan gelar ini, saya dapat untuk mencegah bullying di sekolah ini dan dapat menjaga teman-teman saya agar tidak merasakan hal yang saya rasakan sebelumnya,” ujar Gede Bagus.

Dari situ, Prabowo merespon agar Bagus tetap memiliki pendirian yang teguh. Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menceritakan pengalamannya yang sering diejek, sejak dulu hingga sudah menjabat sebagai Presiden RI.

“Gede Bagus. Kamu dulu diejek. Enggak apa-apa ya. Enggak apa-apa diejek. Jangankan kamu, saya sering diejek. Sampai sekarang. Presiden pun sering diejek. Enggak apa-apa. Yang penting hatimu teguh, ya,” tegas Prabowo.

Dia mengingatkan agar Gede Bagus jangan membalas ejekan dengan kejahatan. Prabowo mengajak Gede Bagus untuk terus memiliki sopan santun.

“Hati kita baik. Kalau kita diejek kita balas dengan sopan santun. Semakin dihina semakin kau teguh, semakin berani, semakin sopan. Dihina, sopan. Ya? Jangan kecil hati,” pesan Prabowo.

Kepala Negara pun meyakini siswa SRMP 17 Tabanan akan menjadi orang sukses di masa depan. Sebab, menurut Prabowo, orang yang berhasil adalah orang yang tidak pantang menyerah.

Selain itu, Prabowo menyebut banyak juga orang berhasil yang berasal dari keluarga miskin.

“Kau nanti akan berhasil. Banyak orang yang berhasil datang dari keluarga yang sangat miskin. Banyak sekali. Tapi anaknya tidak mau menyerah, anaknya tidak mau putus asa, anaknya selalu gembira di tengah kesulitan, cari yang baik, pasti akan ada kebaikan yang datang. Kita percaya itu,” ujar Prabowo.

Prabowo menyatakan, sekolah rakyat dibangun untuk membantu masyarakat yang paling susah dan yang paling kurang berdaya.

Prabowo juga mengingatkan siswa sekolah rakyat untuk belajar disiplin dan patuh sama guru.

“Semuanya bekerja keras, siswa dan siswi belajar yang baik, belajar yang keras, belajar yang disiplin, patuh sama guru, ya,” pesan Prabowo, kepada para siswa, dikutip dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden.

Dia juga meminta para siswa mencintai orangtua. Sebab, orangtua sudah bekerja keras untuk anak-anaknya.

Oleh karenanya, Prabowo menekankan, usaha untuk membuat masyarakat hidup lebih baik dan lebih layak adalah usaha yang sangat besar. Prabowo mengatakan, pendidikan menjadi salah satu yang ia prioritaskan.

“Pendidikan yang bisa membuat rakyat sejahtera di semua bidang. Pendidikan dan latihan untuk petani, latihan untuk guru, untuk perawat, semua bidang harus kita tingkatkan pendidikan dan latihan,” tutur dia.

Mantan Menteri Pertahanan ini juga menekankan, usaha ini membutuhkan uang. Oleh karenanya, para pemimpin negara harus bekerja keras untuk menjaga berbagai kebocoran yang terjadi, untuk direlokasi ke berbagai sektor yang lebih membutuhkan.

Salah satu pencegahannya adalah menjaga kekayaan negara agar tidak diselundupkan ke luar negeri.

“Negara kita sebetulnya sangat-sangat kaya, sumber alamnya sangat banyak, tinggal kita yang pandai mengelola, pandai menjaga. Jadi, saya gembira melihat perkembangan Sekolah Rakyat. Tentunya usaha masih sangat besar ya, karena yang butuh sekolah ini ternyata banyak,” ujar Prabowo.

Exit mobile version