Suaranusantara.com – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini mendukung program ASN Berintegritas yang di inisiasikan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Menurutnya, program ASN Berintegritas sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subiantp terkait peningkatan kompetensi ASN.
“Inisiatif KPK dalam mengembangkan Program ASN Berintegritas patut diapresiasi sebagai salah satu upaya memperkuat budaya integritas ASN melalui pendekatan pembelajaran digital yang menjangkau ASN secara luas,” ujar Rini saat menerima Ketua KPK, Setyo Budiyanto, di Kantor Kementerian PANRB, Jakarta, Selasa (9/6/2026).
Dia menambahkan, program ASN Berintegritas memiliki relevansi dengan agenda pengembangan kompetensi ASN dan penguatan nilai dasar BerAKHLAK.
Pengembangan ini merupakan pembelajaran digital yang dirancang untuk menjangkau seluruh ASN. KPK menetapkan sembilan nilai antikorupsi (jujur, peduli, mandiri, disiplin, tanggung jawab, kerja keras, sederhana, berani, dan adil) yang wajib diinternalisasi oleh setiap ASN.
Lebih lanjut, Rini mengatakan bahwa program ini perlu pembahasan lebih lanjut terkait skema implementasi nasional, yang menyasar sekitar 6,7 juta ASN. Skema ini memerlukan kesiapan sistem, mekanisme monitoring, serta pengelolaan data peserta yang terintegrasi.
Dalam pertemuan itu, Ketua KPK, Setyo Budiyanto menjelaskan bahwa garda terdepan birokrasi yang berintegritas adalah para ASN. Program ini memanfaatkan modul digital dan telah diterapkan melalui kolaborasi KPK dan kementerian/lembaga terkait.
“Harapannya tentu perilaku antikorupsi. KPK mendorong gerakan antikorupsi berbasis nilai keluarga, membentuk budaya jujur yang dimulai dari lingkungan rumah tangga ASN,” pungkas Setyo.
