Suaranusantara.com- Presiden RI Prabowo Subianto mengatakan uang negara kerap dicuri oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Hal ini menjadi penyebab guru dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) memiliki gaji yang tidak baik.
Prabowo menyampaikan demikian saat acara penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) di IAI Syaichona Mohammad Cholil, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Selasa 23 Juni 2026.
“Saya ingin sampaikan dalam forum ini karena saya ingin saudara-saudara NU sebagai pemimpin, sebagai ulama, sebagai guru, sebagai pembimbing rakyat, harus mengerti kenapa gaji guru tidak bisa baik, kenapa gaji pegawai negeri tidak bisa baik, kenapa anggaran selalu kurang, iya kan, karena uangnya nggak ada, diambil terus, saudara-saudara,” kata Prabowo.
Kata Prabowo, pemerintah telah melibatkan para ahli untuk menghitung total kerugian negara akibat kekayaan negara yang bocor.
Prabowo berujar, negara mengalami kerugian mencapai Rp 2.500 triliun.
“Kebocoran kita hitung, para ahli hitung sekarang adalah kurang lebih 150 miliar (USD) tiap tahun, Rp 2.500 triliun tiap tahun, saudara-saudara sekalian. Dan ini sedang saya perbaiki semua,” ujarnya.
Prabowo selama memimpin negeri ini, mengaku sedih mengetahui kekayaan negara tidak dinikmati untuk kepentingan negara. Dia mengakui hal itu sebagai kelalaian berbagai pihak.
“Saudara-saudara sekalian, saya baru kurang lebih 18 bulan memimpin pemerintahan, saya sendiri syok, terkejut, sedih melihat berapa besar kekayaan kita yang hilang selama ini. Ini bukan kita cari kesalahan, kita anggaplah ini suatu kelalaian kita bersama,” ujarnya.
Prabowo pun menegaskan akan menjaga kekayaan negara untuk kepentingan rakyat selama kepemimpinannya.
“Tapi saya disumpah untuk menjaga kepentingan bangsa dan rakyat. Karena itu, saya harus melaksanakan yang terbaik yang bisa saya laksanakan supaya saya tidak ingkar sumpah saya kepada bangsa dan rakyat,” ujar Prabowo.
