Suaranusantara.com- Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bestari Barus sebelumnya mengaku mendapat arahan dari Presiden ke 7 RI Joko Widodo atau Jokowi untuk mengawal Presiden dan Wapres Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dua periode.
Hal ini disampaikan Bestari usai bertemu Jokowi di Solo, Jawa Tengah pada Kamis 18 Juni 2026.
“Kepada kami beliau menyampaikan kok bahwa kita itu diminta untuk mengawal Pak Prabowo-Gibran ini, bahkan ya, bahkan, bahkan sampai dua periode. Jadi nggak ada itu fitnahan, fitnahan tentang bakal ada dua matahari. Matahari gimana bisa dua? ada-ada aja,” kata Bestari kepada wartawan, Kamis 18 Juni 2026.
Ketua DPP PDIP Deddy Yevri Sitorus menanggapi pernyataan tersebut. Kaya Deddy masih terlalu dini untuk membicarakan soal Pilpres 2029.
Deddy pun meminta agar pihak-pihak yang menggulirkan isu tersebut untuk bertanya langsung kepada Prabowo apakah mau dua periode.
“Pertanyaan saya, emang Pak Prabowo udah pasti mau? Tanya dulu dong sebelum kampanye kan itu,” ungkap Deddy, Selasa 23 Juni 2026
Menurut Deddy, dorongan yang disuarakan PSI itu lebih terlihat sebagai strategi untuk menarik perhatian publik dibandingkan pembahasan substansial mengenai masa depan bangsa.
“Ini kan cara untuk menarik simpati publik, PSI kan memang cenderung begitu ya. Dia tidak membesarkan partainya, tapi dengan menumpang-numpang. Misalnya dengan menyerang-nyerang PDIP, mereka akan jadi pembicaraan publik. Sekarang dengan membawa isu 2 periode Prabowo-Gibran harapannya akan tertarik ke PSI,” kata Deddy.
Bagi Deddy, fokus utama pemerintah dan partai politik saat ini seharusnya bukan membicarakan Pilpres 2029 yang masih jauh, melainkan menyelesaikan berbagai persoalan yang sedang dihadapi masyarakat.
“Jawab dulu ni persoalan-persoalan masyarakat. Apakah ada tindak lanjut dari tuntutan mahasiswa itu, itu dulu, jangan langsung ke pemilu, ini pemerintah lagi pusing, udah mikirin Pemilu 2029, nggak sabaran banget,” sentilnya.


















Discussion about this post