Prabowo Shock Banyak Kekayaan Negara Hilang: Bukan Cari Kesalahan, Anggaplah Kelalaian Bersama

Presiden RI Prabowo Subianto bicara soal kekayaan negara banyak hilang di acara penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) di IAI Syaichona Mohammad Cholil, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Selasa 23 Juni 2026 (Instagram @kemensetneg.ri)

Presiden RI Prabowo Subianto bicara soal kekayaan negara banyak hilang di acara penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) di IAI Syaichona Mohammad Cholil, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Selasa 23 Juni 2026 (Instagram @kemensetneg.ri)

Suaranusantara.com- Presiden RI Prabowo Subianto mengaku terkejut setelah puluhan tahun merdeka hampir 81 tahun tepatnya, namun, ternyata banyak kekayaan negeri ini yang hilang.

Prabowo mengatakan dirinya begitu kaget saat menjabat sebagai Presiden RI melihat data-data dan mengetahui banyak kekayaan negara telah hilang.

Kekayaan negara hilang lantaran banyak terjadi penyimpangan-penyimpangan, parahnya hal itu dibiarkan terus-menerus.

Hal ini disampaikan Prabowo saat acara penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) di IAI Syaichona Mohammad Cholil, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Selasa 23 Juni 2026.

“Bahwa setelah sekian puluh tahun kita merdeka, apalagi sesudah saya menjadi Presiden, saya melihat data-data, fakta-fakta, saya merasa bahwa sesungguhnya banyak sekali penyimpangan-penyimpangan yang kita, yang kita membiarkan,” kata Prabowo.

Menurut Prabowo, karena penyimpangan ini, negara banyak kehilangan kekayaan sehingga menyebabkan kondisi bangsa seperti ini.

“Penyimpangan-penyimpangan ini, menurut keyakinan saya, inilah yang membuat bangsa kita dalam keadaan sekarang di mana kita harus mengakui terlalu banyak kekayaan negara yang hilang, yang diambil dari hak rakyat, hak bangsa,” imbuhnya.

Prabowo mengaku sedih mengetahui kekayaan negara tidak dinikmati untuk kepentingan negara. Dia mengakui hal itu sebagai kelalaian berbagai pihak.

“Saudara-saudara sekalian, saya baru kurang lebih 18 bulan memimpin pemerintahan, saya sendiri shock, terkejut, sedih melihat berapa besar kekayaan kita yang hilang selama ini. Ini bukan kita cari kesalahan, kita anggaplah ini suatu kelalaian kita bersama,” ujarnya.

Prabowo pun menegaskan akan menjaga kekayaan negara untuk kepentingan rakyat selama kepemimpinannya.

“Tapi saya disumpah untuk menjaga kepentingan bangsa dan rakyat. Karena itu, saya harus melaksanakan yang terbaik yang bisa saya laksanakan supaya saya tidak ingkar sumpah saya kepada bangsa dan rakyat,” ujar Prabowo.

Exit mobile version