Suaranusantara.com- Kabar duka menyelimuti Indonesia. Sebab, Jumat dini hari 10 Juli 2026 pukul 03.20 WIB mantan Menteri Perdagangan (Mendag) Rachmat Gobel meninggal dunia.
Rachmat Gobel meninggal dunia dalam usia 63 tahun. Pria kelahiran 3 September 1962 itu meninggal dunia di RS Brawijaya, Tebet, Jakarta Selatan.
Sebagai informasi, Rachmat Gobel bukan cuma dikenal sebagai Mendag periode 2014-2015 era pemerintah Presiden ke 7 RI Joko Widodo atau Jokowi, melainkan merupakan generasi kedua dari keluarga pendiri Gobel Group yang dirintis ayahnya, Thayeb Mohammad Gobel.
Jenazah Rachmat Gobel rencananya akan dibawa ke Gorontalo untuk dimakamkan di sana. Saat ini, jenazah Rachmat Gobel berada di rumah duka di Jakarta Selatan.
“Jenazah akan disemayamkan di rumah duka Jl. Supomo No.53A, Jakarta Selatan. Proses pemakaman akan dilaksanakan di Gorontalo (informasi lebih lanjut menyusul),” demikian pernyataan keluarga, Jumat 10 Juli 2026.
Keluarga memohon doa agar Allah SWT mengampuni segala dosa dan khilaf almarhum, menerima seluruh amal ibadahnya, melapangkan alam kuburnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.
Rachmat Gobel meninggalkan istri, Retno Damayanti, serta dua anak, Nurfitria Sekarwillis Kusumawardhani dan Mohammad Arif Gobel, beserta cucu-cucu dan keluarga besarnya
Profil singkat
Rachmat Gobel dikenal sebagai salah satu tokoh industri nasional yang berhasil membawa Gobel Group berkembang sekaligus aktif mengabdi di pemerintahan dan dunia politik.
Rachmat Gobel merupakan anak kelima dari tujuh bersaudara, putra mendiang Thayeb Mohammad Gobel, pendiri Gobel Group.
Pendidikan tinggi ditempuhnya di Universitas Chuo, Tokyo, Jepang, dengan mengambil jurusan Ilmu Perdagangan Internasional dan lulus pada 1987. Pada 2002, dia menerima gelar Doktor Kehormatan dari Universitas Tokushoku, Tokyo, Jepang.
Sebagian besar karier profesional Rachmat Gobel dibangun di Gobel Group. Dia pernah menjabat sebagai Presiden Direktur Panasonic Gobel Group, yang sebelumnya bernama PT Gobel International.
Di bawah kepemimpinannya, perusahaan memperluas bisnis manufaktur elektronik sekaligus memperkuat kemitraan strategis dengan Panasonic Corporation asal Jepang.
Selain memimpin perusahaan keluarga, Rachmat Gobel aktif di berbagai organisasi dunia usaha.
Dia pernah dipercaya sebagai Ketua Kadin Bidang Industri Logam, Mesin, Kimia, dan Elektronika, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Industri, Teknologi, dan Maritim, Ketua Gabungan Elektronik (Gabel), serta Ketua Dewan Pelindung Komite Ekonomi Jepang-Indonesia (IJEC).
Namanya juga dikenal di berbagai organisasi sosial dan budaya, di antaranya sebagai Ketua Eksekutif Persekutuan Pencak Silat Antarbangsa (Persilat), Ketua Perhimpunan Alumni dari Jepang (Persada), Pelindung Yayasan Matsushita Gobel, serta Pelindung Yayasan Anugerah Musik Indonesia.
Atas kontribusinya terhadap pengembangan industri nasional, Rachmat Gobel memperoleh gelar Perekayasa Utama Kehormatan Bidang Teknologi Manufaktur dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).
Pengalamannya di dunia usaha kemudian membawanya masuk ke pemerintahan. Presiden Joko Widodo menunjuk Rachmat Gobel sebagai Menteri Perdagangan pada awal Kabinet Kerja periode 2014–2019.
Dia dilantik pada Oktober 2014 menggantikan Muhammad Lutfi dan menjabat hingga 2015.
Usai tidak lagi menjadi menteri, Rachmat Gobel terjun ke dunia politik. Pada 2016, dia resmi bergabung dengan Partai NasDem sebagai anggota Dewan Pertimbangan setelah diumumkan langsung oleh Ketua Umum Surya Paloh di Gorontalo.
Karier politiknya berlanjut sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan Gorontalo. Dalam masa pengabdiannya di parlemen, dia aktif menyuarakan pengembangan kawasan timur Indonesia, penguatan industri nasional, perdagangan, serta pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
