Suaranusantara.com- Media sosial tengah dihebohkan ketikan sejumlah tenaga kesehatan (nakes) dari berprofesi dokter hingga yang berstatus pelajar ramai-ramai menghina pasien BPJS.
Kasus ini bermula, seorang pasien BPJS bernama Yurizal Tri Chaerawan yang curhat di akun media sosial Threads @yurizaltrich mengeluhkan telah menunggu delapan jam untuk mendapatkan kamar rawat inap.
Diketahui, Yurizal dikabarkan meninggal dunia pada 31 Juli 2026.
Curhatannya itu bukannya banjir empati, malah menuai hujatan warganet yang ternyata mayoritas memiliki profesi sebagai tenaga kesehatan.
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin pun merespon soal nakes yang menghina pasien BPJS.
Menkes mengatakan nakes adalah sosok penting yang berhadapan langsung dengan pasien di klinik maupun rumah sakit (RS). Oleh karena itu, nakes harus mampu menjadi pelayan yang baik bagi masyarakat.
Untuk itu, Budi mengingatkan agar seluruh nakes tidak boleh memiliki sikap nirempati.
“Saya rasa semua profesi yang melayani masyarakat, terutama nakes, itu nggak boleh ada yang nirempati seperti itu,” kata Budi kepada wartawan seusai rapat di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Kamis 6 Agustus 2026.
Sebelumnya, Yurizal dalam curhatannya itu tidak menyebut nama RS hanya menyebutkan pasien BPJS.
“8 jam belum dapat ruangan. Nggak mau spill RS nya, soalnya gue pakai bpjs,” tulis Yurizal.
Namun, hingga kini identitas maupun profesi para pemilik akun yang diduga menghina pasien BPJS belum seluruhnya terverifikasi.
Perbincangan makin meluas setelah Yurizal dikabarkan meninggal dunia pada 31 Juli 2026. Kabar duka itu disampaikan oleh sepupunya melalui media sosial dan membuat unggahan lama Yurizal kembali viral.
