Suaranusantara.com- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta siap membantu korban gempa bumi yang melanda di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu 15 Agustus 2026. Untuk itu, Pramono Anung selaku Gubernur DKI Jakarta memberikan bantuan untuk korban gempa NTT.
Bantuan itu, berupa, tenaga kesehatan yang telah diberangkatkan untuk korban gempa di NTT pada Minggu 16 Agustus 2026.
Selain itu, Pramono juga akan menggelontorkan dana bantuan sebesar Rp.3,8 miliar.
“NTT kemarin kami sudah mempersiapkan dan sebenarnya kami juga sudah mengirimkan tenaga kesehatan yang diberangkatkan dari kemarin ke NTT. Dan untuk tahap awal, sebenarnya bukan Pemerintah DKI Jakarta tetapi PNS dan juga jajaran yang ada di Balai Kota ini berkontribusi kurang lebih Rp 3,8 miliar rupiah,” kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Senin 17 Agustus 2026.
Dana itu merupakan bentuk kontribusi ASN DKI untuk membantu masyarakat yang terdampak gempa di NTT.
“Jadi selain kita mengirimkan bantuan kesehatan, kita juga akan memberikan bantuan yang dikumpulkan dari ASN yang ada di Pemerintah DKI Jakarta yaitu Rp 3,8 miliar,” ujarnya.
Selain dana yang dihimpun dari ASN, Pemprov DKI juga akan membuka dukungan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) badan usaha milik daerah (BUMD).
Bantuan tersebut disiapkan untuk mendukung penanganan masyarakat terdampak gempa NTT, termasuk melalui dukungan tenaga kesehatan yang telah lebih dahulu dikirimkan.
“Dan selain itu, kami akan mempersiapkan untuk memberikan bantuan melalui yang dikumpulkan dari CSR-CSR BUMD dan juga tentunya bagi siapa pun yang ingin berkontribusi untuk memberikan bantuan melalui Pemerintah DKI Jakarta, dengan senang hati kami akan menyalurkan secara transparan dan terbuka,” kata Pramono.
