Suku Dayak Bisa Masuk Jadi Anggota TNI, Menhan Bilang Dapat Privilege

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin bicara soal Suku Dayak Pedalaman masuk jadi anggota TNI (Instagram @sjafrie.sjamsoeddin)

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin bicara soal Suku Dayak Pedalaman masuk jadi anggota TNI (Instagram @sjafrie.sjamsoeddin)

Suaranusantara.com- Pemerintah kini tengah membahas soal Suku Dayak Pedalaman untuk bisa menjadi anggota TNI. Hal ini sebelumnya dibahas oleh Presiden Prabowo Subianto bersama Panglima TNI Agus Subiyanto serta sejumlah menteri kabinet salah satunya Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin di Hambalang, Sentul, Bogor, Jawa Barat pada Sabtu 29 Agustus 2026.

Menhan Sjafrie mengatakan pemerintah tengah menyesuaikan syarat agar Suku Dayak Pedalaman bisa masuk menjadi anggota TNI.

Suku Dayak sendiri memiliki postyr tubuh dengan ukuran pendek, untuk itu pemerintah, kata Menhan akan memberikan hak istimewa atau privilege untuk jadi prajurit TNI.

Hal itu disampaikan Sjafrie seusai rapat bersama Komisi I DPR di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin 31 Agustus 2026, saat ditanya terkait Suku Dayak masuk jadi prajurit TNI.

Mulanya, awak media menanyakan soal pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan sejumlah pejabat di Hambalang, Bogor, Sabtu 29 Agustus 2026.

“Oh ya, suku dayak pedalaman dimintakan peluang untuk bisa masuk TNI, yang pendek-pendek kasih sedikit privilege lah,” ujar Sjafrie.

Sayangnya, Sjafrie tak menjelaskan lebih lanjut mengenai pembahasan dalam pertemuan tersebut. Dia mengatakan pertemuan di Hambalang merupakan rapat terbatas.

“Saya nggak bisa menjelaskan soal itu. Itu rapat terbatas,” kata Sjafrie.

Saat ditanya apakah ada instruksi khusus dari Prabowo, Sjafrie mengatakan Presiden meminta jajarannya meningkatkan kewaspadaan.

“Nggak ada (instruksi khusus), instruksinya tingkatkan kewaspadaan,” kata dia.

Sebelumnya, Prabowo menggelar rapat dengan Panglima TNI Jenderal Agus Subianto hingga para Kepala Angkatan. Rapat digelar di Hambalang, Jawa Barat, Sabtu sore hingga malam.

Prabowo membahas sejumlah hal salah satunya terkait perekrutan suku Dayak yang ingin menjadi prajurit TNI.

Hadir pula dalam rapat Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Momen rapat itu diunggah Teddy melalui Instagram @sekretariat.kabinet. Teddy mengungkap Prabowo juga membahas persoalan penanganan pascagempa hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo meminta perkembangan mengenai beberapa hal antara lain, penyesuaian syarat terkait perekrutan suku Dayak pedalaman yang ingin menjadi prajurit TNI, penanganan beberapa bencana antara lain pascagempa bumi di Flores, erupsi Gunung Merapi, serta penanganan Kebakaran Hutan Lahan di Indonesia khususnya Kalimantan dan Sumatera,” ujar Teddy.

Exit mobile version