Update Terbaru Pencarian Wartawan Hilang di Anak Krakatau, Tim SAR 22 Kapal Perluas Area

Suaranusantara.com- Memasuki hari kesembilan pencarian wartawan hilang di Anak Krakatau perairan Selat Sunda hingga Rabu 16 September 2026 belum juga membuahkan hasil.

Adapun rombongan wartawan hilang itu menaiki kapal speedboat Arapadhatu 1 yang berisikan 5 orang jurnalis dan 3 kru kapal. Rombongan wartawan ini hendak melakukan liputan erupsi Gunung Anak Krakatau pada Senin 7 September 2026 lalu. Total ada delapan orang hilang.

Tim SAR pun mengerahkan sebanyak 22 kapal untuk memperluas area pencarian wartawan hilang di Anak Krakatau dengan luas total 3.439 nautical mile (NM) persegi. Pada hari kesembilan ini, pencarian difokuskan di sebelah tenggara Gunung Anak Krakatau.

“Untuk fokus pencarian pada hari ini, ya seluruh sektor yang memang kita sudah rencanakan, yang kita dapatkan dari SAR Map yang kita buat. Karena berdasarkan perhitungan arus dan perhitungan gelombang serta angin, itu untuk wilayah tenggara Gunung Anak Krakatau,” kata Kasi Ops Basarnas Banten Rizky Dwiyanto, Rabu 16 September 2026.

Kata Rizky, luas area pencarian hari ini tidak jauh berbeda dengan pencarian kemarin, Selasa 15 September 2026

Namun, saat pencarian itu tim SAR mengerahkan 20 kapal untuk mencari di lima sektor, sementara hari ini dikerahkan 22 kapal yang terbagi di delapan sektor agar lebih difokuskan.

“Kenapa itu terbagi delapan sektor, itu biar lebih memfokuskan. Kalau kemarin itu track spacing-nya kapal pada saat melakukan pencarian itu sekitar 3 nautical mile, kalau sekarang sekitar 1 sampai 2 nautical mile. Untuk penyisirannya lebih dikuatkan lagi,” jelasnya.

Tim SAR menjelaskan terkait soal cuaca, berdasar informasi yang didapat Basarnas dari BMKG bahwa cuaca hari ini berawan, kemudian gelombang 0,5-2,5 meter menuju timur laut.

“Kemudian, untuk angin dengan kecepatan 5 sampai 20 knot bergerak dari tenggara ke arah selatan,” katanya.

Sementara itu, PVMBG menyampaikan data kondisi Gunung Anak Krakatau hari ini kepada Basarnas. Rizky menyebutkan Gunung Anak Krakatau hari ini tertutup kabut dan asap sehingga tak dapat teramati.

“Kemudian, untuk pengamatan kegempaan saat ini masih terjadi vulkanik dangkal dengan tremor secara terus-menerus,” katanya

Berikut ini rincian alat utama (alut) kapal yang dikerahkan hari ini untuk pencarian wartawan hilang di Anak Krakatau:

1. Kapal dari Badan SAR Nasional: KN SAR 3 unit, RIB 2 unit.

2. Kapal dari TNI Angkatan Laut: KRI 5 unit, KAL 2 unit, RBB 1 unit.

3. Kapal dari Polairud Polri: 8 unit.

Exit mobile version