Suaranusantara.com- Presiden RI Prabowo Subianto optimis bahwa Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih akan memberikan dampak positif bagi ekonomi RI. Memang dampak positif itu tak langsung terasa, namun dipastikan bisa dirasakan sekitar 2027-2028.
Saat ini sudah ada 6000 Kopdes Merah Putih yang telah beroperasi. Seiring bertambahnya Kopdes, maka dampaknya makin terasa.
“Dan ini nanti efeknya akan terasa saya kira beberapa bulan, mungkin tahun 2027, 2028 akhir. Ini kurang lebih,” kata Prabowo dalam Program Presiden Prabowo Menjawab mengutip rilis Bakom RI, Kamis 17 September 2026.
Kopdes Merah Putih, kata Prabowo merupakan sarana rantai pasok utama kebutuhan masyarakat hingga ke tingkat desa.
Keberadaan koperasi itu diharapkan dapat memangkas rantai distribusi, dengan demikian masyarakat bisa mengakses kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Hadirnya Kopdes Merah Putih, maka penyalurannya tak perlu lagi menggunakan perantara yang berlapis-lapis. Namun, langsung ke tangan konsumen.
Ia mencontohkan misalnya hasil panen petani yang selama ini harus melewati sekitar lima perantara sebelum sampai ke tangan konsumen.
Prabowo mengatakan para perantara itu mengambil margin keuntungan yang cukup tinggi, bahkan bisa mencapai 30 hingga 40 persen.
Kondisi itu dinilai tidak ideal karena konsumen harus membeli bahan pangan dengan harga lebih mahal. Sementara petani belum memperoleh penghasilan yang optimal. Alhasil, sebagian besar keuntungan justru dinikmati perantara.
“Ada tambahan (penghasilan) untuk petani, tapi konsumen juga hemat. Jadi ini kurang lebih gagasan intinya,” kata Prabowo.
