Suaranusantara.com – Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono melarang kegiatan penggalian disepanjang jalan protokol kota Jakarta. Larangan tersebut lantaran Jakarta akan menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN yang akan diselenggarakan pada September 2023 mendatang.
Kepala Dinas Bina Marga Hari Nugroho menginformasikan kepada wartawan kepastian galian lubang dijalan tidak akan terlaksana sampai September.
Meski begitu, Hari tidak merinci per tanggal kapan larangan ini akan diberlakukan.
“Pak Heru Budi kemarin menyampaikan dalam rangka kita menyongsong ASEAN Summit KTT ASEAN itu, untuk dibulan September, tidak ada lagi yang namanya galian,” terang Hari.
Jika nanti ada pihak yang ingin melakukan pengerjaan galian, misalnya untuk pembuatan Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) dijalan protokol, maka pihaknya akan meninjau perencanaannya. Jika hingga bulan September belum selesai, maka dirinya tidak akan memberikan izin proyek perngerjaannya.
“Jika mau gali menggali itu mungkin bisa bulan sekarang sampai bulan depanlah,” ungkapnya.
Atas instruksi dari Pj Gubernur DKI Jakarta ini, Hari mengakui pengerjaan SJUT diwilayah Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan yang memiliki banyak jalan protokol akan tertunda. Namun, dirinya menghimbau untuk proyeknya sempentara dialihkan kewilayah pinggiran, misalnya Jakarta Timur.
“Ya kalau dipinggir-pinggir, masih ditimur pinggiran, monggo aja. Tapi kalau protokol itu sudah dilarang,” tegasnya.(ADT)
