Tiba di Kedutaan Besar Vatikan, Paus Fransiskus Dipeluk Anak-anak Yatim Piatu dan Berkati Para Pengungsi Salah Satunya Imigran Rohingya dari Myanmar

Bapa Suci Paus Fransiskus saat tiba di Bandara Internasional Soekarno Hatta (instagram @berandakatolik)

Bapa Suci Paus Fransiskus saat tiba di Bandara Internasional Soekarno Hatta (instagram @berandakatolik)

Suaranusantara.com- Bapa Suci Paus Fransiskus pemimpin umat Katolik dunia diketahui telah tiba di Kedutaan Besar Vatikan untuk Indonesia di Jakarta pada Selasa 3 September 2024.

Paus Fransiskus begitu tiba di Kedutaan Besar Vatikan langsung disambut oleh para pengungsi dan anak-anak yatim piatu di sana.

Menariknya, ada dua anak-anak yang langsung memeluk Paus Fransiskus.

Dua anak itu bahkan memberikan tanda mata untuk Paus Fransiskus berupa lukisan bergambar pohon, bendera berbagai negara, dan tangan berjabatan serta bertuliskan “Our World”.

Mereka anak-anak memeluk lengan Paus Fransiskus, dan pemimpin umat Katolik dunia itu memberikan senyum kepada anak-anak.

Ada lima anak-anak yatim piatu yang bertemu Paus Fransiskus di Kedutaan Besar Vatikan, mereka didampingi oleh Komunitas Sant’Egidio Indonesia.

Selain itu, Paus Fransiskus juga memberkati para pengungsi dari berbagai negara salah satunya imigran Rohingya dari Myanmar.

Hal ini diungkap oleh Direktur Biro Pers Vatikan Matteo Burni melalui keterangan kepada awak media di Kedubes Vatikan.

“Termasuk beberapa Rohingya dari Myanmar,” kata Matteo kepada wartawan rombongan Takhta Suci Vatikan, Selasa sore pada 3 September 2024.

Adapun anak-anak yatim-piatu yang bertemu Paus Fransiskus itu dibesarkan oleh biarawati Dominikan.

Sementara itu, para pengungsi dan tunawisma ditampung oleh Jesuit Refugee Service, sebuah lembaga layanan pengungsi yang dikelola serikat Yesuit.

Paus Fransiskus adalah sosok yang peduli imigran dan anak-anak yatim-piatu.

Bahkan dalam penerbangan menuju Indonesia, Senin, 2 September 2024, Paus mengatakan: “imigran selalu berada di hati saya.”

Lewat pesan-pesannya yang disampaikan melalui gereja Katolik, Paus menyampaikan agar para umat memiliki kepedulian terhadap imigran.

Menurut Paus Fransiskus, orang yang menolak imigran adalah orang yang berdosa.

Paus diketahui selama di Indonesia akan menginap di Kedutaan Besar Vatikan sejak 3-6 September 2024 mendatang.

Dan besok Rabu 4 September 2024, Paus Fransiskus akan memulai agenda resmi mengawali pertemuan dengan Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi.

Exit mobile version