Suaranusantara.com – Organisasi Pemuda Gerakan Mahasiswa Nasinonal Indonesia Jakarta Selatan (GMNI Jaksel) akan mengadakan aksi Selamatkan kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dari dinasti Jokowi di KPK pada Kamis (12/9/2024), pukul 13.00 WIB.
Sebab, GMNI Jaksel menilai fungsi dan peran KPK telah mati di bawa kendali Dinasti Jokowi. Akibatnya, hukum di Indonesia telah merosot.
“Matinya fungsi dan peran KPK di bawah kendali Dinasti Jokowi membuat kemerosotan hukum di Indonesia. Munculnya dugaan korupsi dan kejahatan di lakukan oleh keluarga jokowi dan lingkaranb istana, membuat KPK di bawah pimpinan Nawawi Pamolongo tidak bisa bekerja independen dan berani untuk berantas Korupsi tampa adanya tebang pilih yang dikontrol orang-orang tertentu,” kata GMNI Jaksel dalam keterangannya.
“Sebagai Organisasi Pemuda kami GMNI Jaksel ingin menyelamat KPK dari cengkraman dan keluarga dinasti Jokowi yang korup dan otorite,” tambahnya.
Maka itu, menindak lajutin laporan GMNI Jaksel pada (9/8/2024) lalu terkait kasus dugaan penyalah gunaan kekuasaan di Blok Medan, meminta KPK segera periksa Bobby Nasutian dan Kahiyang Ayu selaku anak dan menantu dari Jokowi yang sudah disebutkan didalam pengadilan terduga kasus korupsi mantan Gubernur Maluku Utara.
Berkaitan dengan hal tersebut, GMNI Jaksel akan meminta KPK segera menangkap dan adili Bobby Nasution dan Istirinya Kahiyang Ayu atas dugaan penyalahgunaan kuasa Kasus “Blok Medan” di Maluku Utara yang merugikan Negara hingga Milyaran.
“Ujian KPK hari ini untuk berani menangkap dan memeriksa Bobby dan Kahiyang Ayu sebagai bukti Lembaga yang masih bisa dipercaya publik untuk memberantas KPK,” tuturnya.
