Bahlil Tegaskan Jokowi dan Gibran Tak Gabung ke Golkar

Menteri ESDM sekaligus Ketum Partai Golkar Bahlil Lahadalia kuliah S3 di UI yang menuai polemik. Foto diambil saat mengumumkan jajaran kepengurusan Partai Golkar (instagram @golkar.indonesia)

Menteri ESDM sekaligus Ketum Partai Golkar Bahlil Lahadalia kuliah S3 di UI yang menuai polemik. Foto diambil saat mengumumkan jajaran kepengurusan Partai Golkar (instagram @golkar.indonesia)

Suaranusantara.com – Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia menyebut tak ada informasi terkait bergabungnya Presiden RI ke-7, Joko Widodo (Joko Widodo) dan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka ke partai yang dipimpinnya.

Meski demikian, dia mengaku bahwa Golkar terbuka dan inklusif serta merupakan aset negara.

“Golkar ini partai yang terbuka, partai yang inklusif, siapa pun warga negara yang masuk ke partai Golkar selagi memenuhi syarat monggo, kami, Golkar ini kan aset negara. Untuk menyangkut dengan bapak jokowi maupun pak wapres mas gibran sampai dengan hari ini tidak ada informasi untuk masuk ke partai Golkar,” ujar Bahlil, Rabu (20/11/2024).

Menurut Bahlil, Jokowi merupakan tokoh yang dimiliki oleh semua partai.

Maka dari itu, dia mengatakan hingga saat ini belum ada pembahasan terkait bergabungnya Jokowi ke Golkar.

“Apalagi bapak presiden Jokowi sudah menjadi bapak bangsa, bapak presiden Jokowi milik semua partai. Kalau bapak Jokowi. Jadi saya pikir sampai dengan hari ini belum ada pembicaraan itu, kalau mas Gibran kan sudah jadi wakil presiden jadi pasti mementingkan kepentingan negara di atas segala-galanya, apalagi golkar sudah menjadi partai pendukung pak Prabowo dan mas Gibran,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bahlil menyebut saat ini tinggal bagaimana Golkar mendukung gagasan besar Presiden Prabowo untuk mensejahterakan rakyat Indonesia.

“Jadi saya pikir kita tinggal bagaimana memberi dukungan penuh dalam rangka pembangunan untuk mewujudkan gagasan-gagasan besar pak Prabowo dalam mensejahterakan rakyat Indonesia,” tutur Bahlil.

Exit mobile version